Sebening Tirta
Bahkan urat-urat syaraf pada kaki masih jelas mengingat setiap ketukan sepatu yang beradu dengan lantai marmernya.
Saat itu, kedua kaki ini seolah melayang, tanpa merasakan lelah memangku beban tubuh puluhan kilo, ia terus menapak selangkah demi selangkah susul menyusul, seolah kaki kanan dan kiri sedang berlomba meraih garis finish. Ayunan langkah kaki melaju dengan cepat, bahkan belum sempat si kiri menyapa lantai marmer hitam legam yang mengkilat bak pualam, si kanan sudah bersiap maju ke depan.
الفصول الرائجة