Luka Yang Dirindukan
“Oh, iya. Ayo, deh.”
Ara bergegas membuka sabuk pengaman yang terpasang. Kemudian langsung turun dari mobil.
“Owalah, Ara sama Rangga, toh. Kirain siapa, ternyata ada orang kota.” Seorang ibu menyapa ketika Ara menunggu Rangga mengeluarkan koper dari bagasi.
“Eh, Bu Lisda. Iya, kami kangen rumah, jadi pulang dulu untuk beberapa waktu,” sahut Ara ramah, berusaha tersenyum meski keadaan hatinya sedang sedih.
Hot Chapters