Cinta Cita
“Jadi ya gitu. Syaratnya—”
“Kita nikah,” sambar Arya mulai bersemangat, karena melihat sedikit celah. “Cuma itu satu-satunya cara, biar kamu bisa ke Surabaya. Coba pikir, daripada kita LDR-an lagi satu tahun, mending nikah aja.”
“Mas.” Cita berdecak dan menepuk lengan Arya. “Kan, rencananya nggak gitu. Kamu sendiri yang mau lamaran dulu, terus foto prewed, biar ka—”
الفصول الرائجة