Satu Tahun Jadi Istrimu
Tavira menunduk, ujung sapu tangan yang diberi Karan sudah basah di genggamannya.
“Kalau menurutku,” lanjut Karan lembut, “cara melupakan bukan dengan menghapus, tapi dengan memberi ruang baru. Mengisi hatimu dengan hal-hal yang lebih layak. Orang, kenangan, atau bahkan mimpi-mimpi yang bisa membuatmu tersenyum lagi. Bukan dengan menutup luka, tapi dengan perlahan membiarkannya sembuh karena ada cahaya lain yang masuk.”
Kata-kata itu membuat Tavira terdiam. Dadanya terasa hangat, meski air mata masih mengalir. Ada kejujuran dalam suara Karan yang tak bisa ia abaikan.
Hot Chapters