Menulis Ulang Takdir
"Kadang aku masih merasa ini terlalu indah untuk jadi kenyataan. Setelah semua darah, rahasia Peter, dan ancaman dari masa depan ... bagaimana kita bisa sampai di titik ini?"
William menoleh, menatap mata Lyra yang jernih. "Karena kita memilih untuk tidak menyerah pada apa yang disebut 'takdir'. Sejarah bisa mencoba menulis akhir yang tragis, Sayang, tapi kitalah yang memegang penanya."
William kemudian mengecup kening Aiden yang sudah tertidur pulas, lalu mengecup bibir Lyra dengan lembut dan lama, sebuah ciuman yang menjanjikan masa depan yang abadi.