Jodoh untuk Aira
Pohon-pohon yang tadi tampak semrawut, kini ia bentuk menyerupai Lollipop, bulat dan batangnya seperti gagang.
“Belajar dari mana?” Aku memegangi pohon-pohon itu, yang setinggi kepala.
“Belajar? Kerja ginian mah nggak pake belajar. Tinggal bentuk sesuai selera. Bulat, segitiga, lope, semua gua bisa.”
“Sombong!” Aku mencibir. Kesal melihat gayanya yang sok serba bisa.
“Eh, itu fakta. Cowok ganteng mana boleh bohong,” elaknya yang semakin menyebalkan. Aku ingin membalas kata-katanya, tapi Ayah tiba-tiba datang ke taman belakang.
Bab Populer