Bukan Pembantu Gratisan
"Kapan aku mengatakan jika aku menyukaimu, kamu ga pantes di panggil abang, pantesnya dipanggil kakek, kamu jauh dari kriteriaku, ya Allah, Pak Long kamu tidak tau diri sekali, gajimu saja hanya cukup mengirimkan untuk anak cucumu di Selangor sana, menikah sama aku, trus biaya hidup siapa yang tanggung, yang ada melihat Pak Long saya mau muntah."
"Ya Allah, Atun, sudah hentikan, jangan bicara lagi, kata-katamu begitu pedas," ucap Yati, dia merasa iba pada Pak Long yang sedari tadi hanya terdiam, matanya berembun, dia berulang kali mengusap-usap matanya.
Hot Chapters