Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian
Tengah malam, jiwaku melayang keluar dari lantai dingin di ruang bawah tanah.
Pintu kamar tidurku tiba-tiba terbuka dengan keras. Kakakku, Dani Martha, menerobos masuk. Dia menatap sekeliling kamar yang kosong, lalu mencibir.
“Karin, apa kamu nggak bosan bermain petak umpet? Kamu sudah besar, berhenti bermain-main!”