Akhirnya Kau Mencintaiku
sapa Rena Lu.
Rea membawa Rayan mendekat, lalu duduk di sofa bersama wanita paruh baya itu. "Iya, Bibi tumben sudah pulang dari butique," jawab Rea.
"Ya, ada sedikit pekerjaan saja, jadi aku bisa pulang lebih awal. Bagaimana sekolahmu, Ray?" tanya Rena Lu.
"Menyenangkan, Nek! Aku mendapat nilai bagus dari gambarku," seru Rayan seraya menunjukan buku gambarnya yang sejak tadi ia pegang.