Pengkhianatanmu Awal Kebahagiaanku
dia makin menggeram, parasnya yang biasa ayu ditambah polesan make up yang glowing, sangat berbeda kali ini, tak terurus alisnya pudar karena biasanya pakai pensil alis, bibir yang biasanya merah merona kini pucat pasi, belum lagi tampilannya dalam berpakaian, aduuuuhhh tak terurus pokoknya.
"Wih, emang kenapa kalau saya yang memviralkan itu? Ada masalah? Eh bentar, apa kata mu tadi, janda? Alhamdulillah saya janda terhormat daripada kamu gadis tapi pelac*ur. Mau saja ditiduri oleh beberapa lelaki. Menjijikan." sindirku, intonasi ku menjawab standar saja, sengaja tak berteriak membuang-buang energi ku saja, energi ku terlalu berharga soalnya.
Sikat na Kabanata