Dua Wajah Sang Kaisar
Untuk pertama kalinya sejak memasuki ruangan, sesuatu berkilat di mata pria itu—bukan amarah, melainkan luka lama yang dipaksa tertutup rapat selama bertahun-tahun, kini tergores kembali oleh kalimat seorang wanita asing yang baru ia kenal semalam.
"Yang pantas kau ketahui hanya satu gelar." Suaranya dingin, terkendali, tanpa secuil pun kehangatan seseorang yang baru memperkenalkan diri. "Aku Kaisar di negeri ini. Dan perlu kau ketahui, Nona. Pria yang bersamamu di gunung itu adalah saudara kembarku sendiri. Aku mencarinya selama delapan tahun terakhir."
Ia tidak menambahkan apapun lagi soal dirinya sendiri, seolah nama pribadinya adalah sesuatu yang terlalu berharga untuk dibagikan kepada s
Hot Chapters