Sistem Aura (Infinity)
“
Jeda hening terjadi di sana, Jiang Jie mengangguk-angguk pelan seolah-olah memahami apa yang akhirnya bernaung dalam benak Kael.
”Kekecewaan yang menyakitkan,“ ucap Jiang Jie dengan raut muka bersimpati.
"Itu amat menyakitkan, saat aku tahu bahwa tidak ada kata yang tepat untuk mendeskripsikannya,” ungkap Kael amat kalem, tapi impresi dalam kata-katanya tidak lenyap.
Jiang Jie memasang muka ceria sekalian memberikan sanjungan atas dasar simpatinya; “Tapi, kamu cukup tangguh hingga sampai ke titik ini.”