Suami Miskinku Ternyata Konglomerat
Ada tembok yang memisahkan antara halaman rumah dan kebun miliknya, dengan akses pintu yang sengaja dibuat di sisi pekarangan samping rumah untuk menuju ke sana.
"Bang? Abang!?" ucap Risma dengan nada sedikit berteriak memanggil nama suaminya. Belum terdengar jawaban, dan Risma memutuskan untuk masuk lebih ke dalam kebun. Terlihat olehnya beberapa pohon sudah mulai berbuah, dari pohon rambutan, alpukat, hingga mangga. Sempat terkagum juga Risma dibuatnya, akan jadi panen pertama nanti. Suaminya memang sengaja membeli pohon buah yang sudah hampir besar dengan kualitas dan perawatan terbaik. Kembali Risma berteriak memanggil Riswan. Pandangannya mengitari sekeliling taman, tidak terlihat tubuh
Hot Chapters