MERTUA IDAMAN
Dia mencapit hidungku hingga ada sedikit cairan yang keluar.
“Idiiiih, udah besar masih ingusan.” Mas Yusuf terkekeh.
Cepat-cepat aku mengusap cairan itu dengan lengan pakaian.
“Mira! Pakai tissue!”
“Kelamaan,” kataku kesal.
Mas Yusuf mengambil tissue kemudian mengusap bagian bawah hidungku. Memang, jika aku menangis, selalu ada cairan yang keluar dari hidung. Baru menangis sedikit, hidungku bahkan sudah terlihat sangat merah.