Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Waspadalah, Pangeran! Aku Bukan Istri Lemah yang Kau Kenal

Waspadalah, Pangeran! Aku Bukan Istri Lemah yang Kau Kenal

Dengan benang sutra yang direndam dalam getah Teratai Darah, ia menjahit ulang otot-otot wajah yang kendur, menariknya ke posisi semula. ​Kemudian, datanglah bagian paling mematikan. Zhiyao membedah bagian depan leher Ling Tian, mengekspos tulang rawan dan pita suaranya yang rusak akibat menghirup asap beracun di masa lalu.
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Selena (Shirea book 2)

Selena (Shirea book 2)

"Itu...ada tanda merah di lehermu, tepatnya di bawah rahang." Aku menyentuh bagian yang ditunjuk Ibu dengan kening berkerut. Pikiranku kembali melayang untuk mengingat. Aku yakin sekali pada waktu itu kami hanya berciuman, tidak lebih dari itu. Bahkan aku tak ingat Azura menyentuh leherku sama sekali. "Dia tidak melakukan apa pun padaku, mungkin ini hanya gigitan serangga karena tempat yang kami kunjungi adalah desa terpencil," jelasku yakin.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Biasanya ia bisa dengan mudah melakukan totokan dan membebaskan totokan, tapi sekarang sepertinya ia salah totok. Dengan hati-hati, diperhatikannya jalur urat darah yang biasa untuk membebaskan totokan. Ada beberapa tempat, di antaranya adalah di punggung, belakang bawah tulang lengan. Tempat itu ditotoknya juga, tapi tetap tidak membebaskan jalan darah pemuda itu. Bahkan di bagian leher samping, di bawah ketiak pemuda itu ditotoknya, juga tidak membebaskan pemuda tersebut.
1028.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Budak Raja Naga

Budak Raja Naga

“B-bagaimana bisa … oh, astaga! Bagaimana bisa aku mengabaikan tanda itu di lehermu! Seumur hidup tak pernah kukira akan melihat tanda itu dengan mata kepalaku sendiri!” Kepanikan pria itu menular cepat pada Jude. Gadis itu meringis dan berkata, “Tanda apa?” Pria tua menunjuk leher Jude dengan jemari bergetar. “Kalung perbudakan!” Disitulah Jude ingat keberadaan kalung di lehernya. “Ah, ini.” Si gadis meraba lehernya. Kalung itu terasa dingin di jemari Jude. Jauh lebih dingin dari terakhir kali Jude ingat. Pikirannya melayang pada Drake dan merasa sangat menyesal karena telah membayangkan hal buruk terjadi pada sang naga biru.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Otot deltoid Citra rasanya mau meledak. Setiap kali dia mengangkat lengan kanannya sedikit saja di atas bahu, rasa nyeri itu menjalar dari pangkal leher sampai ke ujung jari. Rasanya seperti ada kawat berduri yang ditarik paksa di dalam dagingnya. Ini bukan nyeri biasa akibat salah bantal atau kebanyakan mengulek sambal. Ini adalah cidera kerja spesifik yang didapatnya pagi tadi.
803 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Excite 17

Excite 17

Tatapan yang sudah menggelap itu berangsur-angsur berubah kembali seperti biasa setelah ia memejamkan matanya untuk beberapa detik. Perhatianku tiba-tiba terfokus pada bagian bawah lehernya sebelah kanan. Karena tadi aku mencengkram kemejanya, membuat kemeja itu sedikit berantakan dan miring. Aku mengernyit. Mencoba menggeser kerahnya untuk memastikan apa yang kulihat tidak salah. Benar. Ada lebam biru yang besar disana.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai kedutan di leher tengah
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
Rhadeena Natasha
walaupun suda baca berulang2 kali debaran jantung ku masih sama . bab sedih , bab gembira . terasa sehingga ke jantung tiap kali menghayati setiap bab . seolah2 aku yang merasai keterpaksaan watak dlm cerita ni . mmg best .
KookiePinky
Ahey, nama Pak Guru seperti nama dosenku yang cukup, ehem, meresahkan ......... first ketemu dah nyosor aja si Bapake. Btw, semangat ya thor lanjutinnya. Terus ada sedikit krisar, perihal dialog tag, bisa dicari tahu lagi karena kulihat antara dialog tag dan action itu belum bisa author bedain Semangat
Baca Semua Ulasan
Pervert Boss becomes Husband

Pervert Boss becomes Husband

Ia tersenyum merendahkan membuat Helen semakin kesal. "Baik, lihat saja! Mana ada tanda!" Balas Helen, dia kemudian membuka kerah bajunya dan menunjukan bagian lehernya pada Ken, tidak ada apapun disana. Gluk!! Ken malah menelan ludah ketika melihat leher putih nan ramping menggairahkan itu, tak dia mendapati sesuatu dibagian belakang, "Tunggu ... Apa ini?" Tanya Ken sambil menyibakan rambut Helen dan melihat sebuah bekas luka di bagian tengkuk.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Satu ia letakan di dahi Alesya, dan satu lagi Fennel gunakan untuk menyeka keringat dingin yang terasa lengket di bagian tangan, leher, dan muka. Deru nafas Alesya sudah terasa normal kembali, dan temperatur panas yang ada akibat demamnya pun, kian menurun. Secara perlahan, sepasang manik mata emas yang menawan itu kembali menunjukkan sosoknya dari balik kelopak mata, bertabrakan dengan iris mata zamrud yang setia memperhatikannya dengan saksama. “S ... Sir, Eglantine?”
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 391 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Brengsek. Tetes. Air limbah yang entah mengandung zat kimia apa menetes tepat di tengkuk leherku yang tidak terlindungi zirah. Perih, langsung melepuh tipis. Kubiarkan saja. Leherku sudah sekaku engsel pintu pos ronda yang karatan gara-gara terlalu lama menunduk di lorong tikus ini. "Vane," panggilku setengah berbisik, memotong suara napas bengek Jiran. "Berapa ratus meter lagi sampai belokan bunker?"
682 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Di tangan Ki Lunggana, murid tertua yang wajahnya keras membatu seperti arca Candi Sukuh, tergantung sehelai kain hitam yang dihiasi bordiran benang perak. Di tengahnya, tersemat lencana berbentuk kalajengking dengan ekor melengkung tajam. Lencana Padepokan Kala Durga. Golongan hitam yang dihujat dan dihindari. “Dipasena,” suara Ki Lunggana menggema, berat dan dingin seperti palu godam menghantam batu nisan. “Kami menemukannya di lipatan pakaianmu, tersembunyi di balik bilik tidurmu. Sebuah tenger dari tempat yang najis. Jelaskan, anak muda, sebelum amarah kami menjulang tinggi melampaui puncak gunung ini!”
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kedutan di leher tengah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status