Dance in the Rain
Meski begitu, perempuan yang kukenal sejak masih menjadi maba itu, tetap menatapku dengan pandangan khawatir.
"Sori, bisa tolong headset gue," kataku setelah berhasil menguasai tubuhku yang gemetar dan suaraku kembali normal.
"Lah, headset kan ngegantung di leher lo, Rain."
"Iya, gue tahu, bisa nggak lo tutup dulu telinga gue pakai headset, baru kita bicara." Suaraku masih lemah. Aruna menurut. Dia mengambil headset yang menggantung dan memasangnya di telinga kiriku.
Hot Chapters