Rahim untuk Suamiku
"Makan di pool area aja, yuk, Mas."
Masih berperan layaknya pelayan, Mas Arya mendorong meja bertudung saji keluar ruangan. Tugasku hanya membuat sedikit gerakan, yakni membuka dan menutup pintu utama, lalu memastikan akses jalan meja dorong tidak terhalangi apa pun. Kami mendekati set meja makan yang menghadap ke kolam renang dan pepohonan. Kesegaran embun pagi disertai terangnya matahari membuat tubuh yang pegal-pegal berangsur bugar. Hidungku yang selalu menghirup polusi kendaraan pun berujung lega begitu diam di lokasi penuh kesejukan.
الفصول الرائجة