Ibu Susu Polos Pak Boss
“Pak Gani, meja itu geser dikit ke kanan. Dikiiit aja. Iya… stop. Stop. Nah, itu. Pas.”
Lalu, ia mengedarkan pandangan sekali lagi, memastikan tak ada yang luput.
“Eh, kursi tamu jangan hadap situ. Harus simetris."
Di belakang kursi roda, Surti berdiri sigap, kedua tangannya mantap di pegangan. Begitu Matilda menggerakkan jari ke kanan atau ke kiri, Surti langsung mendorong kursi roda itu ke sana ke mari, patuh tanpa satu pun keluhan. Kadang Matilda menyuruh berhenti mendadak, kadang minta mundur setengah meter, kadang berputar sedikit—semuanya Surti eksekusi dengan cekatan, seolah hati mereka sudah menyatu.