Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Imutku

Istri Imutku

“Kevin kemana ya mbok?” “Oh Aden tadi lari-lari,” “Lari kemana mbok?” tanya Liora penasaran. “Anu, itu loh non, jug, jug gitu namanya, mbok lupa.” “Jogging?” “Nah, iya, juging.” Liora terkekeh. “Iya mbok, Jogging. Yaudah, nanti kalau Varka bangun Liora panggil mbok lagi.” ucap Liora.
9.7217.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai kemari atau ke mari
Baca
+Pustaka
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

"Maksudku kalimat itu memang di awali oleh ibuku berkata bukan karena ibuku berkata demikian. Meskipun pernah, tapi bukan itu yang kumaksud." "Oh, ya ampun." Emma menepuk dahinya sendiri. "Aku bodoh sekali." "Mia madre artinya ibuku, Emma. Mia menunjukkan kepemilikan dalam bahasa Inggris tapi versi feminimnya. Jika versi maskulinnya disebut mio. Jadi seperti mio padre atau ayahku." "Jadi di bahasa Italia ada dua versi semacam itu?" Louis mengangguk. "Sebenarnya namaku juga bisa berarti he karena he dalam bahasa Italia disebut lui tanpa o dan e. Sedangkan she disebut lei."
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kemari atau ke mari
Baca
+Pustaka
Kembaran Suamiku

Kembaran Suamiku

Kembaran Suamiku #cerbung #Kembaran_suamiku Pagi masih buta, mendadak sekali mengatur waktu untuk jenguk Ibu dan Mama Papa serta menjatuhkan talaq pada istri pertamaku. Suasana lenggang karena masih pagi, bisa diperkirkan perjalanan hanya dua jam lebih. Mengantar Ara dan Zafran serta pengasuhnya ke rumah Mama, tak lupa buah tangan kami bawakan untuk Mama dan Ibu.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai kemari atau ke mari
Baca
+Pustaka
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Seperginya si Kembar, ia menghampiri Kara yang telah kembali menghadap kompor. "Adakah yang perlu kubantu?" Kara tersenyum mendengar gaya bicara itu. Semalam, mereka sudah sepakat untuk tidak bicara formal karena mereka tidak sedang berbisnis. "Kurasa tidak ada. Aku sudah hampir selesai. Tinggal merampungkan saus Mornay ini lalu menuangkannya ke atas roti. Si Kembar suka makanan yang cantik." "Well, aku bisa mengerti itu. Tapi, mana rotinya?"
10500.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.0K kali sebagai kemari atau ke mari
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

"Hiya?" "Bocah Barrio. Sepupu Marvel, sayangnya otaknya sedangkal selokan." Mariell menunjuk ke arah kertas itu lagi. "Bunuh dia, kau masuk ke Matze, kita dapatkan gadismu lagi, dan singkirkan Marvel bersama-sama." Mariell tersenyum, menampilkan giginya yang menguning. "Semudah abc, bukan?" ***
1046.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kemari atau ke mari
Baca
+Pustaka
Ayah Baru Pilihan si Kembar

Ayah Baru Pilihan si Kembar

ucap Jayden dengan sopan. Maryam mengangguk pelan, namun dalam hati dia merasa bahwa waktu pernikahan ini terasa sangat cepat. Dia berharap semuanya berjalan lancar dan bahagia untuk Kanaya dan Jayden. Jayden kemudian mengusap puncak kepala si kembar, Kalisa dan Keanu, yang duduk di sebelah ibunya, Fatimah. Dia ingin memberikan dukungan dan rasa sayang kepada mereka.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai kemari atau ke mari
Baca
+Pustaka
Nona Muda, Mari Bercinta

Nona Muda, Mari Bercinta

tanya Esmeralda karena dia tak memiliki gambaran mengenai destinasi mereka selain sebuah area pesisir pantai yang memanjang. Señor Benjamin pun menjawab, "Selain Positano mungkin dua kota lain yang menonjol adalah Amalfi dan Ravello. Kalau Anda ingin menikmati pemandangan taman yang indah bagaikan berada di istana, Ravello adalah pilihan yang tepat. Furore yang berada di pegunungan dengan perkebunan anggur, zaitun, dan lemon juga indah sekali pun tidak seramai ketiga kota utama yang saya sebutkan tadi. Conca dei marini juga indah dengan Gua Zamrud yang berupa gua dengan air biru kehijauan yang cemerlang!"
10141.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai kemari atau ke mari
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Kania Putri
Joel berlalu sekarant muncul danie Seniman ini celia cukup tertarik dgn seni dia mengagumi karya danie tapi orangnya gak deh kayanya hanya sekedar sahabat aja nantinya. mau sampai kapan kamu menyembunyikan penyakitmu arnold harus segera mungkin kamu beritahu keluargamu kalo terlambat gimana nantinya
Widia Anaska
begini nih...maling teriak maling ..... siapa yg jadi valakooor...tapi dia yg meneriaki orang Laen jadi valakooor......... siapa jg yg Sudi balikan Ama Austin mending jadi perawan tua ya cel... dia hanya ingin ngomong berhubungan bertahun tahun sama Austin aja masih tertipu apalagi yg baru kenal,...
Baca Semua Ulasan
MBOK JAMU SEKSI

MBOK JAMU SEKSI

"Aduh duh, siapose indang? Cantika bagai ertong yang sering wara wiri di TV." Marni tidak paham bahasa yang digunakan oleh si Jono alias Jeni yang memang kaum Mereka sering menggunakan bahasa ajaib yang dimengerti oleh kalangannya. "Ditanya nama Lu siapa Mar. Lu juga Jen kalo ngomong pake bahasa yang bener, nah ini bahasa perbenc***an!" "Saya Marni, e Mas, eh Mbak." Marni bingung harus memanggil apa kepada si Jono alias Jeni.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai kemari atau ke mari
Baca
+Pustaka
Simpanan Dosen Tampan

Simpanan Dosen Tampan

Deretan tulisan asing itu membuat keningnya berkerut kecil. “Mas…” panggilnya pelan. “Hmm?” “Ini bacanya apa?” tanyanya sambil menunjuk salah satu nama minuman. Marvin melirik sekilas. “Macchiato.” “Yang ini?” “Cappuccino.” “Kalau ini?” “Espresso.” Felly menoleh. “Mas hafal semua?” “Harusnya kamu tanya, ‘Mas bisa baca semua?’, begitu. Semuanya bisa saya baca.”
1052.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kemari atau ke mari
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status