Rindu yang Lupa
“Saya anak majikannya suami Anda, ia sosok yang gigih dan bertangungjawab. Sungguh bahagia diri Anda mampu serumah dengannya.”
Ibu menghela napas dalam-dalam usai mendengar keterusterangan wanita asing tersebut, ia telan air liurnya, terasa getir. Fira tak tahu masalah orang dewasa, ia memutuskan mengambil boneka dan capung yang dikurung di dalam toples plastik, duduk di lantai, bicara dengan bahasa dunianya sendiri, kakinya diselonjorkan, bola matanya fokus mengamati ketiga capungnya dari kaca toples kusam, serangga piaraannya yang bertengger di atas daun kering itu sedang tenang enggan menggerakkan sayap-sayap cantiknya. Sesekali bibirnya terbuka lebar, ia tertawa, namun entah apa yang dia
인기 회차