Yuk, Nikah!
Ingatan pesan Nyak Marni bahkan kini menghantui.
“Enggak! Harus nyusul Vivi!” Aku bangkit, tapi saat melangkah, mundur lagi. Ambil kunci mobil, taruh lagi, “Ahhh! Bodo amat! Tidur ajalah!”
Hujan kembali mengguyur kota Jakarta. Banjir pasti melanda kalau hujan tak henti setiap hari. Awalnya hanya rintikan kecil, lama-lama menjadi lebat. Bahkan, hujan kali ini disertai angin dan guntur. Aku bangkit, ingat kalau Vivi sangat takut dengan suara yang menggema di langit itu. Tanganku meraih kunci mobil, kakiku lari tanpa ragu. Saat ini juga, kekhawatiran terhadapnya sedang menggebu-gebu.