Suara Hantu di Kamar Tamu
Aku tersenyum sendiri sambil memeluk ponsel.
Aku balas apa ya? Duh, kok jadi grogi gini mau ngebalas apa? Kuacak rambut dengan menggeleng lemas. Vika, nggak usah malu-maluin begini, kenapa? Tinggal balas ‘tidak apa-apa’ aja jari ini mendadak kaku. Begini deh akibat dari mencintai seseorang dalam diam, padahal orang dicintai itu tak tahu sama sekali, hanya aku saja yang terlalu berharap kepada sesuatu yang tak mungkin.
[Waalaikumsalama. Iya, Pak Radit, tidak apa-apa, saya bisa mengerti kok.]