Mirror : Death Note
Di sana aku merasa sendirian, tidak bisa melawan.
Iqbal menyalakan tv, stasiun tv menyiarkan acara rohani. Aku hanya mampu duduk sambil menatap layar tv, sekalipun pikiranku tidak berada di tempat ini. Sampai sekarang, aku tidak bisa mengerti, mengapa sosok sekelas kuntilanak tadi mampu membuatku terluka seperti itu di alam sana. Ini bukan pertama kalinya aku bertemu kuntilanak, tapi ini pertama kalinya dia, bisa melukaiku hingga aku hampir mati. Rasa sakitnya bahkan masih terasa sampai sekarang. Aku terus mengelus perut, tidak ada rasa pedih dan panas seperti tadi.
Hot Chapters