Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dicerai Suami, Dipinang Duda Kaya

Dicerai Suami, Dipinang Duda Kaya

“Gak sia-sia pengalaman kerjamu selama ini, Mas. Berani banget. Mungkin karna aku masih baru terjun ke dunia kantor gini, masih ngeri buat mengemukakan pendapat.” Darya tersenyum. “Lain kali kamu harus lebih berani. Terus, jangan pernah mau lagi disuruh-suruh. Selagi itu bukan tugas kamu, jangan pernah mau. Kalo kamu gak berani tolak, kasih tau aku. Gak ada yang boleh tindas siapa pun di sini, termasuk kamu.”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

tanyanya lirih. Arvino menatapnya lekat-lekat. “Kamu baru saja menginspirasi ribuan perempuan untuk berani. Sepertinya sekarang giliranmu mengikuti nasihatmu sendiri.” “Maksudmu?” “Pilih keberanian, bukan kenyamanan. Tinggallah di sini, bangun platform internasional, ciptakan perubahan dari posisi yang kuat—bukan bersembunyi dalam ketakutan.”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Bramanta menambahkan dengan suara parau, “Nak, kau bukan aib. Kau keberanian. Bahkan orang tua yang ketakutan pun suatu saat akan sadar, karena kebenaran selalu lebih keras daripada gosip.” Guntur yang duduk di ujung bangku ikut angkat suara, meski suaranya bergetar. “Aku tahu rasanya dihina. Aku tahu rasanya dicap kotor. Tapi kalian sudah membuatku berani berdiri di depan semua orang. Jangan biarkan kata-kata kosong menjatuhkanmu, Callista.” Air mata Callista jatuh lagi, tapi kali ini ia mengangguk pelan. “Aku… aku akan coba bertahan.”
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 578 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Kaisar Tunduk Padaku

Kaisar Tunduk Padaku

“Kita harus jawab. Bukan untuk membela… tapi untuk mengingatkan siapa yang lupa.” Weixian tidak setuju. “Kau akan membahayakan An Ji.” “Justru karena itu, aku akan bicara langsung. Di tengah kota. Di hadapan mereka semua. Aku akan bilang: ‘Lihat aku. Dengarkan aku. Dan nilai sendiri. Jangan percaya tulisan tanpa suara.’” An Ji menggenggam tangan Qianru. “Aku ikut.” “Kau tinggal,” kata Qianru tegas. “Kau sudah cukup berdiri. Sekarang, aku yang harus berdiri untukmu.”
870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Bimbingan Terlarang Dosen Gay

Bimbingan Terlarang Dosen Gay

"Kamu berani ngelarang Ibu kamu?" "Untuk kamu? Saya berani bakar dunia," jawab Adrian serius. ---TBC---
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Angelina's Revenge

Angelina's Revenge

tanya Max lebih berani. “Tutup mulutmu!”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Sekretarisku Jilbaber

Sekretarisku Jilbaber

Sejenak, aku merasa cemas untuk melanjutkan. "Sebenarnya... aku ingin mengutarakan maksud yang lebih serius..." Pikiranku berkata "Aku harus berani, saat ini atau tidak sama sekali." Tok! Tok! Tok! Aku terhenti sebelum sempat menyelesaikan kalimatku. Siapa yang mengganggu saat aku sedang mengumpulkan keberanian seperti ini?
9.8166.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Anak Rahasia Sang Presdir

Anak Rahasia Sang Presdir

Setelah Saka duduk, barulah Ariana ikut duduk dan memilih sofa yang ada di depan Saka. “Ada apa Tuan ingin berbicara dengan saya?” tanya Ariana langsung. Ia mendapatkan keberanian lebih hingga bisa berbicara seperti itu pada Saka. Saka menyeringai mendengar Ariana yang terlihat sangat tegas dan tidak gentar. “Sepertinya kamu sudah mulai berani denganku, ya?” Alis Ariana mengernyit mendengar pernyataan Saka. “Apa maksud Anda?”
9.54.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

“Sebenarnya aku ingin berkata ‘kau harus percaya padaku’, tapi ini pertama kalinya aku melakukan sesuatu untuk keluarga ini, aku belum layak mengatakannya. Tapi, aku bersumpah akan kembali hidup-hidup.” “Kang-er! Kenapa kau harus melakukan ini?” tanya Nyonya Chao cukup keras karena resah. “Ibu ingat, dulu Ibu pernah berkata, jika seseorang menjadi berani karena ingin melindungi sesuatu, maka dia adalah orang yang hebat. Aku ingin menjadi orang hebat seperti kata-kata Ibu,” jawab Chiu Kang yang diikuti dengan tangis ibunya. “Aku tahu kau akan seperti itu, aku tahu,” katanya di sela-sela tangisannya.
8.217.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai kita harus berani berkata yang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status