Menjemput Senja di Langit Palu
Tanganku bergerak canggung ke tengkuk, lalu tanpa sadar meremas rambut belakang kepala.
Aku pasti terlihat bodoh.
“Kalau begitu, sore ini kita kumpul di studio, ya, teman-teman,” ujar Clara sambil tersenyum.
***
Sebuah jadwal mata kuliah dari Senin hingga Jumat menempel di dinding studio. Di sudut ruangan berdiri sebuah mesin gambar. Mistar gesernya tersusun sejajar, sementara lembaran kertas kalkir yang terpasang di atas papan gambar tampak putih bersih, seolah menunggu garis pertama lahir dari ujung pensil.