Pembantu Rasa Nyonya
“Dulu kan yang menolak, bapaknya Pak Tiok sendiri.”
“Bukanlah. Bapak memang yang punya perusahaan, tapi penolakan tetap dari konsumen,” ucapnya sembari menyodorkan mug kepadaku. Aku menerimanya dan menghirup dalam-dalam aroma kopi yang menenangkan. Kopi hitam dengan sedikit gula. Rasanya sedikit pahit, tapi menyegarkan pikiran.
Katanya, pahitnya kopi mengingatkan betapa pahitnya kehidupan. Namun, kepahitan ini akan menguatkan saat kita bisa menikmatinya.