Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Setitik Nila

Setitik Nila

Akhirnya, ia bisa menikmati cuti dengan tenang dan juga panjang. “La, kamu yang buat kopinya, jangan OB,” pesan Djiwa sebelum Nila hilang dari pandangan mata. “Bentar,” kata Nila setelah berbalik dan memegang bingkai pintu. “Kenapa Bapak belakangan ini jadi sering ngopi? Biasa juga minum air putih kata Nena. Nggak pernah ngopi.” “Karena kopi bikinanmu enak,” ucap Djiwa sambil mengibaskan tangannya agar Nila segera pergi. “Sekarang pergi ke pantri dan buatkan saya kopi.”
1037.4K viewsCompletedAdded to Library 898 Times as kopi yang tidak pernah tua
Show Reviews (25)
Read
+Library
Maria Adjah
sedikit menguras emosi... walau agak ringan dari novel² mbak kanita yg lain nya... tapi tetap alurnya selalu buat penasaran... selalu suka buku² yg d tulis mbak kanita... semangat terus mbak kanita menulis buku² yg lain... aq selalu menunggu karya karya mu yg terbaru mbak...
Meilia
baru kali ini q baca karya mba yg lagi on going, karena sebelumnya q baca yg UD end, tapi baru baca awal aja Uda nyandu pengen terus .. suka sama alurnya, gaya bahasa , tema ny juga menarik dn g bikin bosen... d tunggu typ hari update an nya mba, mg pak djiwa sama nila happy ending pokoknyaa harus.
Read All Reviews
Herrscher (Divina Futuri)

Herrscher (Divina Futuri)

ucap Herrscher mengomentari cara Death yang meminum kopinya seperti minum air putih. “Sejak kapan minum kopi memiliki aturan untuk menikmatinya?” Death mengisi kembali cangkir kopi yang telah habis. Cangkir kopi pun terisi dengan sendirinya dengan kopi yang sama seperti sebelumnya. “Ya memang sebenarnya tidak ada sih. Hanya saja kan tidak enak dilihat, caramu meminum kopi hitam seperti itu,” jawab Herrscher yang masih menikmati kopinya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Terdampar di Desa Primitif Misterius

Terdampar di Desa Primitif Misterius

pinta lelaki tua itu. Hasan sedikit terkejut mendengar permintaannya, terlebih ia tahu kalau sang kakek sempat bercerita bagaimana ia memiliki riwayat penyakit jantung. Sejauh yang ia tahu, kafein di kopi tidak baik untuk yang jantungnya lemah, “Maaf Pak, apa tidak berbahaya kalau Bapak minum kopi?” “Tidak perlu terlalu dipikirkan, Nak. Aku akan baik-baik saja. Lagi pula ini hanya sesekali aku minum.”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
WITHERED

WITHERED

Melihat jadi sebingung apa nyonya Li, Arga kembali menunjukan barisan giginya, "boleh saya minta tambah kopi saja, Nyonya?" "Sure," jawab wanita tua yang paham pemuda yang terlihat tak menyukai teh hitamnya ini, tidak akan mengulangi apapun yang Arga katakan dengan bahasa. "Well, tidakkah semua orang seperti itu?" ucap nyonya Li gantian membuat dahi Arga berkerut tak paham. Ia lalu tersenyum, "kuambilkam kopimu dulu." Arga mengangguk, "thanks, Ma'am."
1023.7K viewsCompletedAdded to Library 521 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Kopi Panas Untuk Si Jalang

Kopi Panas Untuk Si Jalang

“Kau tahu Nona? Apa yang paling berharga dari segelas wine yang di simpan selama beberapa tahun lamanya.” “Ya, sebuah kepercayaan. Kepercayaan yang layaknya bak kaca bersih dan sangat rapuh keberadaannya. Kaca itu dijaga sangat hati-hati, dirawat agar tak tersakiti. Namun …” Nona itu berhenti berkata, rasa-rasanya suaranya ketika berkata terdengar parau. Seperti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan oleh semua wanita. Setelah menarik nafasnya dalam-dalam dan begitu pula menghunuskan cerutunya, Nona itu melanjutkan perkataannya. Kali ini agak berbeda, karena Nona itu menyimpan topinya, menatap Latisya yang berada di sebelahnya. “Astaga, tidak terduga. Dia begitu cantik ketika melepas topi yan
1.9K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Terjerat Gairah Pembantu Cantik

Terjerat Gairah Pembantu Cantik

["Silahkan Pak, kopinya." ["Oh. Makasih ya."] ["Gimana Pak? Udah cocok sama selera Bapak?"] ["Kok kopinya beda?"] ["Be— beda gimana Pak?"] ["Rasa kopinya kok beda. Ini merk-nya baru?"] ["E— enggak kok Pak. Kopinya sama seperti yang Bapak kasih tadi."] ["Emangnya kenapa Pak?"] ["Soalnya, rasa kopi ini lebih enak dibandingkan sebelumnya. Aromanya juga lebih harum. Makanya aku pikir kopi ini beda merk sama yang sebelumnya."]
9.8585.6K viewsCompletedAdded to Library 15.8K Times as kopi yang tidak pernah tua
Show Reviews (43)
Read
+Library
Kaisar Dewa
Izin promosi ya kak ... Hai, semua. Sembari nunggu update, yuk baca buku saya. Judulnya “Sang Menantu Terkuat”. Nama pena Kaisar Dewa. Berkisah tentang pembalasan seorang menantu laki-laki yang diselingkuhi dan diceraikan oleh istrinya di ulang tahun pernikahan mereka. Simak kisahnya…. Terimakasi
Aurora Aurora
KALO EMANG LO LAKI2 BENER, BENER2 GA LAKUIN KSALAHAN LO BOLEH MARAH, INI MALAH LO SENDIRI TERGODA SAMA RAYUAN SI NILAM SELAMA JADI PEMBOKAT LO DI RUMAH..! SAMPE LO JUGA NYELUP, SEKS BEBAS DI RUMAH SAMA SI NILAM...!!! YG JELAS2 NIATNYA BUAT GODAIN LAKI ORANG..!!! WALAUPUN EMANG JELAS2 ELISHA SALAH...
Read All Reviews
Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya

Dilepas Manajer, Didekap CEO Kaya

Wira tidak terlalu suka dengan sesuatu yang pahit, makanya kalau sakit pun dirinya tidak pernah meminum obat karena sangat tidak menyukai apapun yang rasanya pahit. “Ini kopinya, Pak.” Riana menyodorkan segelas kopi yang masih mengepulkan asap tipis, pertanda kalau masih panas. Wira menghirup aroma kopi dalam-dalam, berharap aroma Riana akan tertutupi dengan kopi miliknya, sayang! Kopi tersebut malah tidak terlalu tercium karena kalah dengan aroma parfum yang sekarang Riana pakai membuat Wira segera menyesap kopi yang masih panas itu.
109.7K viewsCompletedAdded to Library 300 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Kata Satria. Akhirnya Amara meminum kopi tersebut. Rasanya enak, berbeda dari kopi yang pernah ia minum sebelumnya di sini. Baunya juga harum. “Itu kopi racikanku yang terbaru. Bisa dibilang kamu bahan percobaannya.” Kata Satria. “Beracun? Ga kan?” Tanya Satria. “Beracun.” Jawab Satria. “Eh, aku serius tau.” Kata Amara.
108.6K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Bukan senior biasa

Bukan senior biasa

titah senior cowok itu menyuruh masuk, namun setelah itu malah nandita mendengar bisik bisik beberapa senior yang sebelumnya terus menatap kearahnya. "Cantik banget gue start pertama." bisik senior cowok berambut undercut itu. "Idih kayak diterima aja. Orang cantik mah mau nya sama yang ganteng, nggak usah berharap, gak akan ada yang suka pantat panci." ledek senior cowok kedua yang bergaya rambut side part. Tidak sengaja telinganya mendengar itu, nandita hanya bisa tersenyuk miring, ternyata baru tahu itu alasan nya mereka menahan cukup lama tadi.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
Broken Wings

Broken Wings

cetusku merespon percakapannya. "Iya, bagiku kopi itu unik, Mei. Dia pahit, tapi hampir setiap orang menyukainya. Lihat saja sekarang usaha booth kopi makin menjamur, kan. Terlepas kopi yang disajikan hanya sekedar kopi sachet yang diberi es dan gula yang banyak, tapi aromanya disukai hampir semua orang." Dia berhenti berbicara sejenak, "Kalau buatku, kopi itu hampir sama dengan hidup, terkadang sesuatu yang menurut kita terasa pahit di awal, belum tentu rasanya tidak enak. Kopi itu nikmatnya bukan pada saat tegukan pertama, kamu harus menyesapnya perlahan, disana baru terasa kenikmatan kopi. Ciri khas kopinya baru terasa," lanjutnya.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 236 Times as kopi yang tidak pernah tua
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status