Merindukanmu, Dalam Jerit Tangisku
“Aku tahu. Terima kasih, Margareth. Terima kasih karena selalu perhatian.”
“Kalau butuh sesuatu, atau hanya ingin ditemani, telepon aku kapan saja, ya? Jangan dipendam sendiri.”
“Aku akan ingat itu. Sekali lagi terima kasih, Margareth.”
“Ya sudah, aku tutup dulu. Kau istirahat, dan cobalah untuk berpikir positive. Aku yakin bahwa semua masalah akan selesai.”
Panggilan tertutup. Sunyi kian merayap di dalam kamar. Namun, pikiran Sophia masih terjebak di toilet sempit tadi. Dia mengingat jelas bagaimana Lucas menciumnya dengan liar dan penuh amarah.
ตอนยอดนิยม