Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Setiap sentuhan Rendra adalah warna, setiap kecupan adalah goresan kuas yang menciptakan mahakarya bernama cinta. Di keheningan apartemen itu, hanya ada suara napas yang saling memburu, desahan yang tak tertahan, dan bisikan-bisikan nama yang keluar tanpa sadar. Rendra menyusuri punggung Dara dengan bibirnya, sementara jemarinya terus memainkan senandung di dua puncak yang berdiri tegak bagaikan puncak gunung di pagi hari.
1036.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Satu Laki-Laki Empat Istri

Satu Laki-Laki Empat Istri

Maka, rumah Wanda dan Kanti berada di perumahan yang berbeda. Pria dengan setelan kaos dan jas navy itu mengamati Tessa yang membuka lemari es. "Mas mau susu, ada?" "Susu apa? Ada susu ibu menyusui, susu Aski, atau susu beruang." "Beruang?" Rendra berjalan menghampiri. "Nggak ah, Mas nggak mau semua itu. Mas maunya ...." Tessa seketika membalik badan, saat mendengar Rendra menggantung kalimat. Bibir yang dilapisi lisptik mate merah muda itu tersenyum malu-malu, saat Rendra memeluk erat dari depan.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Dia menjual semua sahamnya dengan harga rendah, juga menutup perusahaannya. Collin menggunakan 40 miliar terakhir yang dimilikinya untuk membeli sebuah unit kendaraan rekreasi, lalu meletakkan lemari pendingin berisi jasad Saskia ke dalam mobil tersebut. Saskia sangat cantik, tetapi paling takut gelap. Dia tidak tega mengubur Saskia dalam tanah. Dulu, setiap Saskia pulang sekolah dan pulang kerja, Collin akan selalu pergi menjemputnya tepat waktu. Pada malam hari, dia akan memasak dan selalu memberikan suapan pertama pada Collin.
30.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 749 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

Pagi di desa pandai besi terasa berbeda. Aroma asap kayu bakar Pande Gundayana bercampur dengan udara lembap laut, tetapi ada ketegangan yang tidak biasa. Di rumah sederhana itu, Alesha (Lestari) dan Rendra sedang mengemas barang-barang mereka. Lembaran lontar tebal berisi detail kebijakan dan kelemahan Kebo Iwa kini tergulung rapi di dalam tas Rendra, disamarkan di antara pakaian kotor.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

Sekarang bukan waktu untuk menunjukkan kelemahan. Pintu lift membuka dengan sangat perlahan. "Apakah ini yang yang bisa dilakukan WnR?” Dalam perjalanan tadi Evan sempat memberitahunya sedikit soal Won n Run, tapi informasi yang pria itu berikan tidak cukup untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Evan memberitahunya WnR adalah sekumpulan individu yang berasal dari latar belakang militer dan pemerintahan yang berbeda-beda. Misi mereka biasanya sangat rahasia.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Objek Hasrat Tuan yang Memiliki Segalanya

Objek Hasrat Tuan yang Memiliki Segalanya

“Wah Elea, padahal maksudku bukan ke hal-hal mesum loh.” “Ya terus apa kalau gitu?” Elea mengangkat dagu lebih tinggi dari sebelumnya — menantang. “Tebak dong,” sahut Rendra main-main. Dia mengulurkan tangan, dengan santai menggeser helaian rambut Elea yang jatuh di wajahnya. Elea sontak menepisnya dengan gerakan kecil yang terkesan asal-asal sambil menggeser tubuhnya sedikit menjauh. Melihat itu, Rendra menyeringai kecil — menggemaskan. “Ayo tebak, Elea,” ulangnya. “Kamu tidak bisa memikirkan hal lain selain hal-hal mesum, ya?”
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 41 C Oleh: Kenong Auliya Zhafira Tiga puluh menit Dyra menghabiskan waktu untuk membaca. Setelahnya ia tergiur untuk membuat puisi. Entah kenapa tiba-tiba ingin menggoreskan sedikit perasaan hatinya melalui aksara. Bukan dalam bentuk cerita atau novel tetapi puisi sederhana yang mewakili isi hati. Tentang cerita, ia sudah lebih baik memahami tanda baca. Persis seperti memahami hati seorang Alsaki Mahendra. Keadaan sekitar bahkan terlupa karena asyik dengan dunianya sendiri. Hingga tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat, tetapi wanita yang tengah menikmati masa bebas itu masih acuh pada keadaan sekitar. Bahkan suara Cantika yang terdengar cempreng pun tidak menarik perhatiannya kali
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

"Aku rasa isinya paling asli, belum banyak dicampuri oleh pendapat-pendapat sejarawan modern yang seringkali mencoba merasionalisasi segala hal." Rendra menjeda kalimatnya. "Awalnya aku berniat membacanya untuk mencari jawaban. Tapi semakin jauh aku membalik halamannya, aku merasa semakin tidak ada gunanya. Semuanya terasa seperti labirin tanpa ujung." Sera mendongak, menatap dahi Rendra yang nampak berkerut. "Kenapa Anda bilang begitu?" Rendra mengedikkan bahu sekilas, ekspresinya nampak sedikit sinis namun letih. "Coba saja kamu baca sendiri. Mungkin matamu akan melihat sesuatu yang luput dari pandanganku."
1031.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Dan di dalam keheningan itu, Aira mendengar sesuatu… lagu yang sama, lagu yang dulu sering Rendra nyanyikan di malam paling sunyi: "Kau bukan hujan yang jatuh, Aira… kau adalah sisa-sisa yang tertinggal di tanah setelahnya." Ia memejamkan mata. Di balik kelopak matanya, waktu seperti berhenti. Setiap kilasan yang ia lihat adalah potongan hidup yang telah ia tinggalkan: perpustakaan yang terbakar, surat yang tak sempat dikirim, bayangan di jendela yang tak pernah bicara lagi. Dan di tengah semua itu, wajah Rendra muncul — bukan seperti hantu, tapi seperti ingatan yang menolak padam.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Terperangkap Pernikahan Kontrak

Terperangkap Pernikahan Kontrak

Tanpa memberi penjelasan lebih jauh, Wisnu berbalik dan melangkah menuju motornya. "Pak Wisnu, tapi saya—" Rendra mencoba lagi, tetapi Wisnu sudah duduk di atas motornya dan menyalakan mesin dengan kasar. Dengan enggan, Wisnu mengabaikan Rendra, memberi isyarat untuk tidak diganggu lebih lanjut. Tanpa sepatah kata pun, Wisnu melaju pergi meninggalkan Rendra di depan rumah itu. Rendra hanya berdiri terpaku, perasaan kecewa dan bingung semakin menggelayuti hatinya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai kumpulan puisi ws rendra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status