SABDA CINTA
"Yang patah itu tanganku, bukan kakiku, kenapa aku harus naik dikursi roda," dengkus Cinta.
Sabda tak menjawab, pria itu mendorong kursi roda itu dengan tenang.
"Kamu dengar aku lagi ngomong, kan?"
"Dengar."
"Terus kenapa diam saja. Tidak menyahut ucapanku. Kamu males ngomong sama aku?"