Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

Suami Berkhianat, Aku Minggat (wanita pilihan)

Mungkin sudah sifat manusia, dikasih hati minta jantung, sekali di omong, marah dan ngatain gak tau diri dan bla-bla. "Ayo, Ren," ajak Bara setelah siap memegang kursi rodaku, jarak ruang rawat ke parkiran memang bukan main jauhnya, untuk orang sakit sepertiku, jadi pilhan Bianca adalah dengan cara aku duduk di kursi roda, akh sahabat rasa saudara ini sungguh membuatku hutang budiku makin menumpuk saja. Kami berjalan beriringan, Bara mendorongku, Mang Ujang dan Bianca berjalan didepan.
9.9102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Noda Dalam Semalam

Noda Dalam Semalam

Wanita itu menolehkan kepalanya dan di sama sekali tak mengerti kenapa Rira sudah jatuh dari kursi rodanya dan menangis bersimbah air mata memegangi kakinya. "Kamu baik-baik saja, Rira. Ayo kita ke rumah sakit." "Mas! Perutku sakit!" Teriak Seruni, ini bukan hanya tentang rasa cemburu, tapi ini soal tanggung jawab laki-laki itu dan juga keselamatan dua nyawa manusia. Seruni tak sanggup lagi untuk memikirkan Rira yang beberapa saat lalu mendorongnya hingga jatuh tiba-tiba jatuh terdorong kebelakang dan tertindih kursi rodanya.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Aku (Bukan) Istri Pilihan

Aku (Bukan) Istri Pilihan

“Terima kasih, Sayang. Izin mengecup kening kamu? Boleh?” “Hem.” Mas Bara mendekatkan kursinya ke sisi kepalaku. Kondisinya yang cedera, membuat gerakannya sangat tidak bebas. Kesulitan dia mendekatkan wajahnya ke arah wajahku. Sementara aku juga belum bisa bergerak bebas. Nyeri dan ngilu terasa menyerang, bila bergerak sebarangan.
1032.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 889 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Suami Dari Masa Lalu

Suami Dari Masa Lalu

Raline diam, tapi kaca di sudut mata menetes, buru-buru disekanya dan menyuruh Bapak itu untuk melanjutkan jalannya kursi roda. 'Astaghfirullah, apa yang telah kukatakan dalam keadaan Raline yang sedang sakit itu.' Aku lekas menggantikan Bapak gocar itu setelah membayar ongkos gocar-nya. Semoga Maya tak mengapa menungguku. Lekas kudorong kursi menuju ruang UGD ketika kuperhatikan sekilas wajah Raline yang pucat pasi.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Tawanan Sang Mafia - New Story (Saga & Sesil)

Tawanan Sang Mafia - New Story (Saga & Sesil)

Kemudian Saga membantunya kembali merapikan pakaian dan memakaikan sandal serta menurunkannya dari ranjang pasien. “Duduklah.” Saga mendekatkan kursi roda yang dibawa oleh perawat. Sesil menatap kursi roda itu dengan penuh tanda tanya yang semakin besar. “Aku bisa jalan dengan kedua kakiku,” tolaknya dengan kasar sambil mendorong kursi roda tersebut menjauh.
9.951.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Ceuceu Eka
...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️...️
anggiqb 12
cerita nya seru, menegangkan, dan gak terlalu panjang untuk cerita nya aku suka baca novel yang gak terlalu panjang alur cerita nya. ini sih terbaik ya novel nya gak kalah sama yang di toko , pertahankan deh buat novel yang gak terlalu panjang gini .........
Baca Semua Ulasan
Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

Mulai dari gegar otak sedang, patah kaki, retak tulang rusak dan luka dalam, semua ini membuat Evi kaget hingga tidak bisa berkata-kata. Dia tidak pernah merawat pasien yang terluka parah. Menghadapi keadaan seperti ini, dia pun berkata dengan kebingungan, "Lalu bagaimana? Perlu kupinjamkan kursi roda atau ...." Evi melihat wadah yang terletak di bawah kasur. "Selesaikan di kasur?" Theo menjawab, "Bu, tolong ambilkan kursi roda. Biar Kay dorong aku ke toilet."
9.6576.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.4K kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Tampilkan Ulasan (172)
Baca
+Pustaka
Pricilia Preicy
Terima kasih byk thor sdh UP byk tetap semangat dlm berkarya ya thor, ku berharap Siska akan kembali mencintai Ray apalg dgn smua pengorbanan yg Ray lakukan berharap Ray & Siska akan kembali bersama, Menikah lagi & punya anak yg sehat Happy Ending semoga yaa thor kabulkanlah
Binjhe NurJanah
Aku baru baca sampai bab 95, bab ke berapa Theo mulai gak nyebelin? Dia sama sekali gak nunjukin ke Kayla kalo dia sayang ke Kayla. Tapi selalu bikin emosi Kayla dengan selalu belain raline. Udah sampai bosen bacanyaaaaa, tapi penasaran kapan Theo sadar dan gak akan bela raline lagi????
Baca Semua Ulasan
WRONG TURN

WRONG TURN

Satu-satunya indikasi hanyalah napasnya pendek dan lebih cepat. Gabe datang dari lantai atas, membawa kursi yang lebih tepat untuk situasi ini, dengan punggung kursi terbuat dari kayu sungguhan dan kaki yang lebih panjang dari pada kursi desainer pendek yang ada di sini. “Aku punya satu.” Dia menaruh kursi itu di antara sofa dengan sedikit suara kayu menyentuh lantai terdengar yang membuat Tennyson kaget.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 584 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh

Terlahir Kembali Di Tubuh Istri Buta Dan Lumpuh

kata Bibi Resti, ia mengangkat Tubuhnya duduk di kursi roda. "Buta? Nyonya besar? Nyonya? Apa yang terjadi?" katanya membuat kepala semakin sakit. "Mari Nyonya, saya bawa Anda ke kamar Anda dan mengobati luka Anda," kata Bibi dengan nama Resti mendorong kursi rodanya ke kamar. Di perjalanan menuju ke kamar, Tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit, ia memegang kepalanya yang membuat Bibi Resti menjadi panik.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Sebelum Kita Bercerai

Sebelum Kita Bercerai

Di taman rumah sakit, beberapa orang tengah berjalan-jalan. Ada yang sambil duduk di kursi roda, ada juga yang berjalan sambil mendorong tiang infusan, juga ada yang duduk-duduk di bangku kayu termasuk dokter Bram dan Maura yang duduk di kursi roda. “Udaranya segar, kan?” tanya dokter Bram sambil membetulkan letak infusan Maura yang selangnya sedikit berputar. Maura hanya mengangguk sambil melihat sekelilingnya.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Baca
+Pustaka
Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

Dikira Gadis Kampungan Ternyata Sultan

Wanita berusia senja yang duduk di kursi tunggal dekat Syakila bertanya. Gadis yang memakai pakaian rumah sakit itu ingin bangkit untuk menghormati kedua orang yang telah berbaik hati menolongnya. Akan tetapi rasa pusing dan tidak nyaman kembali menyerang tubuh ringkih itu sehingga ia urung untuk duduk. "Tidak usah dipaksakan, Nak. Istirahatlah saja, pelan-pelan, nanti kalau memang sudah membaik baru kamu duduk. Sekarang tiduran saja dulu."
10128.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai kursi untuk bab orang sakit
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Khusnul Tikwati
Kalau aku jadi syakila, udah aku obra abrik pesta pertunangan kamil dan mengatakan pada tamu undangan kalau kamil cuma seorang pembohong dan penipu. biar tahu rasa ksluarga itu. lanjut ya ka. jangan lama² updatenya
Harun Zaki
sudah baca sampai selesai, tapi ceritanya masih menggantung. ada beberapa yang belum tuntas 1. bagaimana kelanjutan kasus yang menimpa Maharani dgn suaminya 2. kelanjutan keluarga Kamil 3. happy ending tokok utama dalam cerita ini
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status