Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LAILA

LAILA

Jawabnya. Aku terus memandang dia tajam. "Namaku Jugo." Pemuda itu mengulurkan tangan. Belum sempat aku menyambut tangannya, Sofia tiba-tiba menyalami Jugo, "Kalau aku Sofia. Dan temanku yang jutek ini namanya Laila." "Bagaimana bisa kamu dapatkan HP Tiara?" Sambungku.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
Kopi dan Lemon:  Wanted Husband Series

Kopi dan Lemon: Wanted Husband Series

Satu jam sebelum kafe buka, Seperti biasa Alya datang ke Kafe yang ia dirikan saat usianya masih dua puluh tahun setiap pagi. Kafe itu ia beri nama 'Kopi dan Lemon', yang menyediakan berbagai macam minuman panas dan dingin, mulai dari kopi hingga yogurt dan berbagai macam kue serta sandwich bahkan pizza.
1017.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 546 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
The Cursed Alpha's Human Mate

The Cursed Alpha's Human Mate

Perutku terus mengeluarkan bunyi gemuruh meminta untuk diisi di karenakan bau harum dari masakan yang berasal dari cafe baru yang menjual masakan Cina yang cukup digemari di kalangan remaja maupun orang tua. Setiap melewati café ini air liurku selalu menetes keluar, apalagi ketika mereka menghidangkan masakan mereka yaitu gyoza dan tahu mapo. Ingin rasanya segera masuk dan menyantapnya, kubuka dompetku perlahan menghitung sisa uang yang ada disana.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Kafe itu bernama "Kopi Titik Koma", tempat favorit para kreatif yang butuh kafein dan privasi. Gio memesan dua americano tanpa gula, plus croissant hangat. "Jadi, lo pindah dari Singapura?" tanya Alma, mencoba memulai percakapan netral. "Bukan pindah. Kabur," jawab Gio sambil menyobek croissant. "Dua tahun di sana bikin gue sadar: kreativitas nggak bisa dikurung dalam meeting room ber-AC."
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

Pria itu gemas sekali dibuatnya. Mereka memasuki kafetaria yang sudah dihias khusus dengan latar belakang tulisan besar-besar Selamat Datang Keluarga Shin. Di sana hanya ada satu meja dengan dua kursi dan tambahan satu kursi bayi. Di antara banyaknya pegawai di sana, Jihye mendapati Pak Ong yang tersenyum begitu lebar. Jihye tentu tak segan-segan menyapa dengan antusias pria paruh baya tersebut.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

Waiter pun menghampiri panggilan Siwon dan memberikan menu makanan, minuman serta cemilan khas lakers. “Menu nya ada siomay, pizza, kentang goreng, tahu susu goreng, nasi liwet, nasi goreng, mie goreng. Pilih yang mana ya. Aku bingung nih,” Adzana kebingungan memilih makanan yang akan di pesan. “Dian kamu mau makan apa?” Siwon bertanya kepada Giandra. “Aku pesan ice green tea latte, roti bakar strawberry, kentang goreng. Udah itu aja Won,” Giandra menjawab pertanyaan Siwon dan di catat oleh waiter.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
SWEETHEART MAFIA

SWEETHEART MAFIA

Kafe kecil itu didominasi warna cokelat kayu dengan aroma kayu bercampur dengan wangi dari roti yang baru dipanggang. Satria memesan segelas teh dan sepotong roti bakar, sedang Aiza memesan kopi dengan krimer serta dua potong donat lengkap dengan gula yang banyak. Satria lalu mengobrol dengan pemilik kafe yang merupakan seorang pria jepang muda berambut dicat merah gelap. Mereka bercakap-cakap dalam bahasa yang tak dimengerti Aiza. "Aiza-San?" Pria itu menyapa Aiza dengan lembutnya. "Welcome to Tokyo."
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
Membalas Hinaan Mantan Suami

Membalas Hinaan Mantan Suami

Di lantai dasar hotel ini terdapat cafe dan restoran ala jepang. “Duduklah dan tetap disini sampai melihat Aldo!” Angga memesan teh untuk kami berdua. Dua jam aku duduk sambil memainkan ponsel, kedua mataku melihat pemandangan yang tidak aku sukai. Aldo bersama seorang wanita yang berada di ponsel Angga. Hanya saja keduanya tidak terlihat mesra. Pasti wanita itu hanya saudara yang lebih tua dari Aldo.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
Hantaran Diminta Kembali

Hantaran Diminta Kembali

Lila meneguk ludah sambil mengalihkan wajah dengan jengah. "Tuhan yang akan membalas kebaikanmu, Tuan!" Sahut Lila ketus. Rizal merubah posisi duduknya. "Mas Heru besok melamar saja ke kafe Green Hill," ucap Rizal tenang. Mas Heru seketika tampak antusias. "Baik, Mas. Aku akan ke sana besok," Sahut Mas Heru dengan mata berbinar. Ia tahu cafe baru yang cukup tenar di kotanya itu.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
Cinta Diamnya Sang CEO

Cinta Diamnya Sang CEO

Justin terus membalikkan buku menunya dan menemukan makanan berat. "Ada rice bowl beef, chicken teriyaki dan, hmmm menarik juga kafe ini karena menyediakan grill bbq. Kamu mau nyoba?" Amira menggelengkan kepalanya. "Mau matcha sama pie cinnamonnya. Kayaknya enak deh." Justin langsung berdiri dari duduknya dan menuju ke kasir untuk memesannya. Setelah menyebutkan pesanan yang Justin dan Amira mau, selesai dengan urusan pembayaran, Justin kembali duduk dihadapan Amira.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai lali jiwo cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status