Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

kata Sasya dengan nada malas. "Ck, ck, ck! Cakep-cakep pelupa. Dasar!" ejek Rendy seraya menoyor kepala Sasya dengan jari telunjuknya. "Lupa, wajar. Udah cepetan! Apaan?" tanya Sasya dengan nada yang dinaikkan satu oktaf. "Lo gagal dapet no Ketos. Jadi, lo—" "Lari lima keliling. Ck! Tinggal bilang aja ribet banget." Sasya mulai berlari mengitari lapangan luas SMA GG.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 272 Times as lambat laun
Read
+Library
Laurene

Laurene

Sella Atau sekalian aja tuh orang ga usah masuk selamanya, dan pergi jauh-jauh sana. Sella Sekalian tuh nyebur ke laut. Malu-maluin sekolah kita aja! Seketika tawa Laurene pun tak dapat dibendung lagi membaca chat dari sahabatnya itu yang terus menerus, panjang banget ngomelnya, sambung menyambung kaya kereta api. Hihi.
9.94.6K viewsCompletedAdded to Library 96 Times as lambat laun
Read
+Library
BI-LA

BI-LA

Lani mendengus, "Gak pernah beli makanan tapi selalu bagian ngabisin doang. Benalu!" Nila tertawa mendengar sebutan yang diberikan Lani untuk Argy, sebenarnya Nila yang paling muda diantara mereka. Tapi, Argy sama Nata minta supaya Nila memanggil mereka tanpa embel-embel 'Mas'. "Kan kemarin abis malam mingguan, Mba." Argy tersenyum tak enak, "Habis buat jajanin 'doi'."
2.5K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as lambat laun
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

"Sumpah gue sebel banget. Padahal gue harus kirim email konfirmasi buat interviewer magang besok pagi. Deadline-nya jam dua belas malem ini." Dia mengguncang laptopnya pelan. "Kayaknya motherboard-nya kena deh. Nggak mau nyala sama sekali." Aku berhenti mengetik. "Terus? Lo mau pinjem punya gue?" Luna nyengir kuda. "Boleh nggak? Sepuluh menit doang. Janji."
9.472.6K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as lambat laun
Read
+Library
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Waktu terasa melambat ketika sosok itu semakin dekat, dan akhirnya berhenti beberapa meter di depannya. Dan sebelum Gracya bisa memikirkan apa yang terjadi, sosok itu tiba-tiba melakukan sesuatu yang sangat tidak mungkin. Sosok itu merunduk, tubuhnya melengkung, dan kemudian, dengan kecepatan yang mengerikan, ia merangkak ke atas. Ya, ke atas. Sosok itu merayap dengan perut besar di belakang, seperti laba-laba yang memanjat langit-langit. Kepalanya tetap terbalik 180 derajat, memandang ke arah Gracya dengan wajah tanpa ekspresi, meskipun tidak ada mata di sana.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as lambat laun
Read
+Library
Remember Me, BE!

Remember Me, BE!

Sikap yang sejak kecil sudah tertanam di kepalanya begitu sulit untuk dihilangkan. Tasya kembali memeriksa jam tangan dengan tali dari kulit berwarna keemasan. Dia berdecak, ternyata baru satu menit waktu yang dilaluinya dari lima menit yang tersisa. Sialan! Kenapa waktu berjalan sangat lambat saat sedang menunggu seseorang? Seperti siput saja, bahkan sepertinya siput piaraan sponge yang tinggal di bawah laut, bisa berjalan lebih cepat.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 206 Times as lambat laun
Read
+Library
AMPLOP LEBARAN

AMPLOP LEBARAN

sahut Vita asal. “Ngapain? Kenapa jam segini baru pulang?” cecar Bu Aminah. “Sudahlah, Bu! Aku capek. Mau mandi dulu. Bicaranya nanti saja ya,” “Astagfirulloh, Vit! Kamu kok aneh banget malam-malam begini mau mandi. Lihat tu udah jam berapa!” Bu Aminah mengacungkan jemari, menunjuk pada jam di dinding yang telah menunjukkan pukul satu dini hari.
4.9K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as lambat laun
Read
+Library
Pengantin Buruk Rupa yang Kembali

Pengantin Buruk Rupa yang Kembali

Ia hanya menoleh pada Laurent, dan untuk sesaat, waktu seperti kembali mengalir. Laurent melangkah mendekat, perlahan. Tatapannya melewati Damian begitu saja, seolah pria itu hanya bayangan dari masa lalu yang tak lagi penting. Langkahnya berhenti di depan Adrian. Ia tidak menangis. Ia hanya berkata pelan, “Kau terlambat sepuluh menit.” Adrian membalas tatapannya, suaranya nyaris tak terdengar. “Aku akan datang, meski sepuluh tahun terlambat.”
103.4K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as lambat laun
Read
+Library
Cinta Terlambat

Cinta Terlambat

Brian mengelus elus rambut Lamela dengan sangat mesranya. "Memangnya kamu mau beli berapa baju? Lima? Sepuluh? Atau satu toko sekalian?" jawab Brian. Lamela melihat wajah Brian, dia memperlihatkan wajah kesal kepada Brian. "Berhentilah bercanda sayang! Aku ingin sekali baju itu, itu baju belinya di Dubai ongkir nya pun pasti mahal," ucap nya.
1016.6K viewsCompletedAdded to Library 382 Times as lambat laun
Read
+Library
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Aku benar-benar tidak menyangka dia akan melakukan itu. Semua orang langsung menatapku. Suasana hening seperti kematian berlangsung beberapa detik, kemudian sebuah tamparan keras memecah kesunyian. Ibu Yuna menarik tangannya dengan wajah marah, sambil menggertakkan gigi dia berkata, "Suamimu yang sah adalah Sandy Senjaya! Yuna, bisakah kamu berhenti bertingkah seperti ini?"
9.0K viewsCompletedAdded to Library 296 Times as lambat laun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status