Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Batas Waktu

Batas Waktu

“Apa pun yang lo mau, bakal kita lakuin,” “Sepuluh permintaan..” “Tiga permintaan,” jawab Lala. “Nggak.” “Okay..lima permintaan,” sahutnya mengalah. “DEAL.” Jawab Aqilla. “Terus kalo gue yang kalah?” lanjutnya. “Lo traktir kita di kantin selama seminggu,” Aqilla berpikir sejenak, dibanding dengan kemenangannya, kekalahannya tidak terlalu berat. Ia pun mengangguk setuju.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Dua wanita dekat pintu masuk berbisik pelan. Tidak heboh. Tapi cukup menunjukkan namanya yang dikenal. Lyla berhenti sejenak, memindai ruangan hingga matanya menemukan aku. Senyum kecil menghiasi wajahnya, tampak percaya diri sebelum berjalan ke arahku. “Hei." Senyumnya tipis. “Maaf aku terlambat. Macet parah banget.” “Tentu saja,” kataku ringan. “Ini LA.”
822 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

Cinta yang Kamu Katakan, Datang Terlambat

"Selama dia belum sadar akan kenyataan, dia akan terus mengejarmu." "Riana, kamu tahu pepatah menunda keputusan hanya akan membuat masalah makin runyam. Di saat seperti ini, membuatnya mundur sendiri adalah yang terbaik." Aku terdiam dan tidak berkata apa-apa, hanya menunggu Dilan kembali. Tidak lama kemudian, Dilan masuk seperti angin, lalu tanpa banyak bicara dia langsung berlutut di samping tempat tidurku.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
Mencuri Calon Suami Adikku

Mencuri Calon Suami Adikku

Suri dengan sengaja memberikan tenggat waktu yang tidak mungkin ditunggu oleh Luna. “Aghhhh!” Luna menghentakkan kaki di lantai, kembali terlihat seperti anak berumur lima, bukan dua puluh tiga. “Ini tinggal sedikit, kau seharusnya bisa cepat menyelesaikannya!” Luna tidak mau menunggu empat jam, karena masih harus melakukan perjalanan ke Leicester yang akan memakan waktu dua jam. Ia akan terlambat kalau menunggu gaun itu selesai.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
Dosenku, Musuhku, Suamiku

Dosenku, Musuhku, Suamiku

"Udah, nanti saja. Sabar ya, La. Biar jadi kejutan manis buat semuanya." ​Lala menghela napas dramatis, menyandarkan punggungnya ke kursi kayu yang keras. Matanya kemudian beralih ke deretan toko daring di layar ponselnya. "Terus, aku sudah boleh beli baju bayi belum sih? Gemas banget lihat jumper kecil-kecil di marketplace." ​"Belum, Lala sayang. Nanti saja, tunggu masuk tujuh bulan dulu. Pamali kata Ibu kalau terlalu cepat," sahut Vivi sambil mengusap butiran keringat di dahi.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
CINTA LAMA BELUM USAI

CINTA LAMA BELUM USAI

Padahal barang barang yang di CO nya bukan barang yang sesuai selera Abian. "Papa pasti akan terlihat semakin ganteng, iya kan, sayang?" ujarnya seraya mengusap perutnya. "Untuk kamu nanti yah, mama akan pilihin yang bagus-bagus buat kamu ya sayang," ujarnya sekali lagi. Perutnya bergejolak ketika tangannya bergerak mengusap-usap. **** Tring! Abian: "Beb, hari ini aku terlambat pulang yah. Kami ada meeting satu atau dua jam setelah pulang kantor"
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
Lambang

Lambang

Sedangkan Harlando terlihat biasa saja. "Titip Zaydan sebentar, ya, Bu. Ibu mau dibelikan apa? Mungkin pulangnya kami singgah di pasar," ujar Lambang sambil mengikat tali sepatunya. "Apa, ya? Terserah kalian mau beli apa. Ibu pasti akan suka apapun yang kalian beli." Mereka berpamitan saat jarum jam menunjukkan pukul setengah lima pagi. Waktu yang tepat untuk jogging atau sekedar berjalan kaki.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
Hasrat Yang Tertunda

Hasrat Yang Tertunda

“Iya tuan” Vardyn terdiam sejenak memandang baju Arlin. “Hey, baju tidurmu robek begitu, kenapa tadi tidak membeli baju tidur baru?, malahan kau beli lampu tidur, dasar aneh” ujar Vardyn setelah menatap baju tidur Arlin yang bermotif Hello kitty yang sedikit robek di lengannya. “Um, ini,..aku tidak masalah dengan bajuku tuan, kenapa anda seolah perduli?” ucap Arlin.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai lambat laun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status