Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Bagaimana cara membuat kata-kata yang selaras, tidak lebay, dan tidak aneh? Sumpah ya. Satu di antara kelemahannya adalah pelajaran mengarang, menulis cerpen atau sejenis. Puisi mungkin hanya beberapa bait, tapi demi apapun sulitnya selangit. Saking konsennya membuat bait, Kael tidak sadar Rere melangkah masuk. Gadis itu sempat mengangkat alis melihat muka Kael yang berkerut dan tampak sangat serius. Dia terus berjalan melewati laki-laki itu menuju meja makan. Hari ini dia membawa bubur kacang hijau buatan nenek. Katanya buat si kembar.
1081.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Kontrak Nikah dengan CEO Kejam

Kontrak Nikah dengan CEO Kejam

Ia menghela napas panjang, lalu mengetik beberapa baris kata di lembar kerja barunya. “Oke, Alya… gini aja,” ucapnya pelan, seperti sedang memotivasi diri sendiri. Jari-jarinya mulai menari di atas keyboard. Ia membuat cover concept sederhana, menentukan judul sementara, lalu menyusun outline cerita yang ingin ia kembangkan. Meskipun sederhana, Alya tampak serius — matanya fokus, sesekali tersenyum kecil saat menemukan alur yang menarik.
669 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Baca
+Pustaka
Selangkah Berjejak

Selangkah Berjejak

Namun, ia tidak merasakan ada butiran air yang jatuh di telapak tangannya. Ia mencoba mengabaikan rintik hujan itu. Ia mencoba membuka buku diary yang ia dapatkan dari Kay. Mencoba menuliskan sesuatu di sana. Pada lembar ke sekian itu, ia memulai mencoret kalimat yang ia rasakan. Andai ia bisa kugapai niscaya aku akan lupa pada sesak dan sibuknya kehidupan di bumi. Ia tersenyum di akhir kalimatnya.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Baca
+Pustaka
Stetoskop Hati

Stetoskop Hati

“Eh, lo udah kirim cerpen lagi ke majalah Ceria?” Mengambil jurusan sastra karena aku memang mencintai novel. Kumpulan novel dari berbagai penulis baik dalam maupun luar negeri berjejer rapi di rak buku kosan. Selain itu, sebagai penulis amatir, sering kali aku mengirimkan cerpen-cerpen yang aku tulis ke redaksi. Yang nantinya akan diterbitkan di majalah ataupun koran. Lumayan, untuk menambah uang saku. “Belum. Gue udah nulis sih cerpennya cuma belum gue revisi. Kayaknya masih banyak typo.”
9.815.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 553 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
My Mafia

My Mafia

"Cerita lo bagus, Camelia. Gue apresiasi banget. Cuman ada beberapa hal yang kurang dalam cerita lo." "Oh cuman beberapa kan berarti nggak banyak." "Emm i-iya. Jadi kurangnya itu yang pertama, cover lo kurang bagus. Cover lo nggak sesuai sama temanya. Kedua, alur cerita lo nggak jelas. Gue aja yang bacanya bingung. Ketiga, latar ceritanya nggak lo jelasin secara rinci. Keempat, penokohan ceritanya kurang. Setiap tokoh cerita lo sifatnya perasaan berubah-rubah terus setiap chapter gue rasa. Gua yang bacanya pusing lihatnya. Kelima, tulisan lo kurang rapi. Keenam, lo jarang banget update. Promosi juga cuman nyespam di lapak orang. Kalau gue jadi penulis di lapak yang lo spam itu udah gue lapor
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Baca
+Pustaka
EUFORIA

EUFORIA

“Menulis bisa dilakukan di mana pun, Adrian. Kamu nggak perlu punya banyak waktu. Kamu nggak perlu jadi bebas dulu. Dan pada akhirnya yang kamu butuhkan hanya sebuah cerita. Kalau kamu punya kata-kata untuk disampaikan, mulailah bicara dengan pena.” “Dan gue akan dianggap gila kalau ngomong sama pulpen.” Lagi-lagi Kiana tertawa mendengar tanggapanku. “Lucu, ya. Ya, udah. Kalau gitu, udah waktunya aku pergi, Adrian. Aku harus menyelesaikan tulisanku. Aku akan menulis apa yang terjadi hari ini. Akan kutulis apa yang aku rasakan dan apa yang aku lihat.”
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Tak terbayangkan datangnya kemari Dia lari lalu berhenti Memegang tangan merenggut hati Oh, sudikah sekiranya kau datang Atau, aku saja yang mendatangimu Katakan ‘iya’ saat ini padaku Aku akan mengejarmu Satu langkah aku menujumu Dua langkah kau menjauhiku Sepuluh langkah aku memandangmu Seratus paku kau tancapkan di hatiku Tega, kau benar sungguh tega Dengan apa aku harus mengejarmu? Bisakah kau berhenti sejenak Napasku sudah tak lagi sempurna Telah aku abdikan untukmu Oh, Malang adalah cerita hedupku “Selesai!” kata Mei setelah rampung menulis. “Aku tidak paham sama sekali.” “Masak? Padahal itu paling sederhana!”
8.99.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Baca
+Pustaka
(Not) His Sugar Baby

(Not) His Sugar Baby

Itu pun setelah ceritanya udah setengah jalan. Jangan tanya kenapa aku gak nulis pakai outline. Udah pernah coba, tapi percuma, tetap gak bisa. Otakku selalu melenceng dari yang sudah ditetapkan😂. Dan ini alasan kenapa aku gak berani buat dua cerita sekaligus, harus tunggu satu selesai baru lanjut cerita baru. Takut ada plot hole. Wkwk.
10203.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Tampilkan Ulasan (187)
Baca
+Pustaka
yaniyani
pdhal novel ini isi ny paling beda ama yg lain. penulisan bgus, bnyk pljran yg dpt di ambil tp knp g prnh dpt perhatian khusus ya? dua rius lho klo bca ampe hbis g bkal nyesal meski kdng2 misteri dikonflik ny bkin jntung g tenang, tp ak ttp pengen pny bku cetak ja klo ad, pengen pelukable ma theo
Nami chan
Kerangka ceritanya menarik, bahasanya enak dibaca, uraian ceritanya jg cakep. Konflik2nya tuh fokus tp berbobot. Haaah karya2 kak susi ga perlu diraguin sih.. Ini kek buku kelas atas gt gasih. Kata2nya tuh berat kadang otakku yg minim ini kudu mencerna baik2 biar paham ...
Baca Semua Ulasan
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

tanya Nai dengan sopan, bergaya sependapat dengan Kamprit. “Nanti malam. Saat ini kalian harus dipasangi chip terlebih dahulu, dan aku akan menjelaskan kepada manusia bumi itu bagaimana cara menulis yang baik dan benar, agar sesuai dengan permintaan pasar dan perpustakaan Kulstar, tidak asal menulis. Kabarnya, di bumi banyak sekali penulis yang asal-asalan, menulis cerita tidak berdasarkan logika.” Kamprit lalu keluar dari ruangannya, menugaskan Ketek menjaga ruangan selama ia menyelesaikan segalanya yang dibutuhkan.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Baca
+Pustaka
100 Langkah Melupakan Kisah Kita

100 Langkah Melupakan Kisah Kita

Tapi tidak apa-apa, bagiku, trek lari basah lebih baik daripada ditemani sepi. Oh iya, mungkin kamu bertanya-tanya kenapa aku menulis surat ini? Kenapa aku nggak langsung kirim pesan lewat chat aja kayak biasanya? Jawabannya, karena aku pengin coba sesuatu yang beda walaupun risikonya tetap sama. Chat dan surat sama-sama nggak bertahan lama.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai langkah-langkah menulis cerpen
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status