Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
AKU, KAU, & SELINGKUHANMU

AKU, KAU, & SELINGKUHANMU

“Kenapa? Kenapa kamu terus lari? Apa kamu nggak merasa lelah? Kenapa kamu nggak pernah pulang kembali?” Pulang? Kata-kata itu terasa sangat menyakitkan di telinga Lily. Ia menghela napas panjang, lalu mengembuskannya perlahan. “Aku nggak punya rumah untuk pulang, Andra. Aku nggak punya tempat kembali sama sekali. Aku nggak tau harus ke mana,” bisiknya pahit. “Aku bahkan nggak berani muncul di hadapan kamu,” tambahnya, dengan suara yang bergetar.
9.6150.7K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Willy akan tinggal bersama tim yang lain sementara Deva dan sebagian tim akan pulang karena Deva akan mengikuti lelang tender lagi. Purnama bersinar dengan sangat indah, Terryn baru saja menyelesaikan laporannya dan ingin mengistirahatkan matanya sejenak. Tak jauh dari losmen ada pantai yang kerap dikunjungi sebagai objek wisata dan langkah Terryn menuju ke sana. Sebelumnya dia mengirimkan pesan pada suaminya jika dia ingin menghirup udara segar sejenak di pantai. Terryn sudah berjalan beberapa meter di pantai ketika ada seseorang yang menyusulnya.
1011.2K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

Aku Melihatmu Saat Melihat Bunga

SYAILENDRA Akhirnya, aku mendadak langsung pulang dengan Tissa malam hari ini juga. Bukan karena aku takut terjadi hal-hal yang tidak mengenakan nanti malam tetapi karena kami—Aku dan Tissa—baru saja dapat kabar kalau Lhambang dan juga Ghea baru saja pulang dari rumah Tissa. Ibu Tissa yang menceritakan semua kronologi tersebut melalui telepon, saat kami sedang asik mengobrol sambil menikmati pemandangan laut yang aduhai, telepon itu pun masuk. Butuh waktu sepuluh menit untuk Tissa bertelepon dengan Ibunya dan butuh waktu lima menit bagi Tissa meyakinkan aku untuk pulang ke Jakarta karena ada hal yang harus dia urus, yaitu tentang kesalahpahaman Lhambang.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Dari Sahabat jadi Mempelai

Dari Sahabat jadi Mempelai

------- Mereka memutuskan kembali pulang ke rumah Lila bertiga, Ferdy yang mengendalikan setir saat ini, dan Lila beserta Rey duduk di kursi belakang. Sepanjang jalan, Lila banyak diam, ia masih mencerna ucapan Ferdy tadi. Tidak banyak yang Lila ucapkan, namun tiap kali Rey bertanya, ia selalu menjawab, sebab Lila tidak ingin terlalu memperlihatkan keraguannya. --------
101.9K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

Begitu pula dengan data-data yang memang sangat penting untuk pergi keluar negeri mulai dari paspor, visa, exit permit dan lain sebagainya, mana mungkin dalam kurun waktu seminggu Suci Roswita dapat mengurus semuanya. "Bisakah Ibu menundanya sedikit lebih lama lagi?" tanya Suci Roswita. "Bagaimana, ya," gumam Helena Caustaria mengangguk-anggukkan kepalanya pelan. "Bu, kali ini bukan hanya Ibu sendiri yang akan pulang. Aku berniat mengajak Devia menemani Ibu," pinta Suci Roswita sebelum menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Raut wajahnya seketika sendu dan di setiap kedipan matanya berkaca-kaca, teriring keluh serta ungkapan rasa sakit yang masih saja tergores dalam benaknya, "Bu, aku ingin mem
611 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Sepupu tapi menikah

Sepupu tapi menikah

Yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. “Iyaudah mba, saya pulang dulu yah. Terus-terusan sama mba membuat saya lupa waktu. Nanti saya ga pulang-pulang deh.” ledek mas Lian. “Oyah, kalau saya nantinya sering - sering kesini ga apa kan mba?” Tanya Lian sekali lagi. Turi mengganggu kan kepala tanpa menjawab satu patah katapun. “Artinya apa itu mba?, Kok cuma ngangguk aja jawabnya.” Ia kembali menegaskan pertanyaannya.
108.3K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa

Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa

tanya wanita paruh baya itu berempati. “Saya harus pulang secepatnya ke Indonesia, Bu. Ada sesuatu yang penting. Sebelum itu, saya harus mencari uang lebih banyak agar bisa melunasi biaya sewa dan beli tiket pulang,” ungkap Lea mencoba tersenyum disaat hatinya hancur. “Tunggu sebentar,” ujar wanita itu yang kemudian mengambil selembar brosur kecil.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Pulang

Pulang

Beberapa waktu berlalu, semua sudah selesai, barang-barang yang tadi dibawanya dari rumah sudah terlebih dulu dibawa pulang oleh sang putri. Bu Retno memikul sayuran itu di punggung, langkah kecil wanita paruh baya itu mulai menelusuri lereng. Sesekali dia tampak berhenti, menghela nafas yang semakin terasa sesak. Wanita itu mengangkat kepalanya ke atas langit, menghembuskan nafas yang tertahan dan kembali melangkah. Desa Ranu Pani, sebuah desa yang nyaman untuk ditinggali, udara yang sejuk lingkungan yang terjaga mengundang banyak orang untuk datang berkunjung ketempat itu.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Senja boleh pergi Gerimis bisa menjauh Ombak silahkan surut Biarkan saja ... Nanti pasti mereka kembali. Sepertimu... Pergi Menjauh Tanpa kabar Hilang Lalu pulang... Kukira padaku Nyatanya bukan Ku ingin egois Merengguhmu kembali Menjadi milikku Tapi kamu, seolah memilih mati. _______________________________ Assalamualaikum, wanita yang dirindukan, Langit.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Matanya yang gelap sering kali menatap jauh ke luar jendela, seakan ada sesuatu yang memanggilnya dari kejauhan. Suatu pagi, saat kami sedang sarapan bersama di beranda Sayap Timur, Xiao Yu tiba-tiba meletakkan sendoknya dan menatap kami berdua dengan tatapan serius yang lucu. "Ibu, Ayah," katanya dengan suara yang berusaha terdengar dewasa. "Kemarin Kakek Lian Cheng bercerita tentang rumahnya di Selatan. Tentang sungai yang airnya jernih seperti giok, dan gunung yang selalu tertutup kabut putih. Bisakah kita pergi ke sana? Aku ingin melihatnya sendiri."
101.1K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as lanjutan pulang pergi tere liye
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status