Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hero Gladiolus and The Gate of Gardraff

Hero Gladiolus and The Gate of Gardraff

ucap Hero dan mereka pun kembali melangkah. “Ular itu sepertinya hampir masuk perangkap,” kata Luka sambil mengamati keadaan jebakan yang dibuatnya. “Bagaimana bisa kau membuat jebakan seperti ini, Luka?” tanya Lean saat melihat Luka memastikan perangkap besi itu tak akan membahayakan lagi. “Ada banyak tumpukan besi di dekat tempat tinggal kita,” jawab Luka. “Tolong bantu aku menutupi lubang ini dengan kayu,” pintanya kemudian.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 252 kali sebagai lapuk adalah
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Rai Seika
Wah keren nih cerita fantasi ^^v zero to hero kukira ungkapan ternyata namanya berubah dari Zero menjadi Hero. Ayo Hero jadilah Hero yang sesungguhnya. pindah dunia ya menarik. salam dari Crystal of Soul : Twins
Akrislee
lebih suka cerita yang genrenya high fantasy kayak gini, setidaknya semakin Banyak penulis yang mampu mendongeng kayaknya JRR Tolkien atau CS Lewis. tips aja tingkatin mendeskripsikan dng detail benda,penampilan karakter, atau latar tempat, misal bangunan jalan setapak, suangi tau hutan juga suasana
Baca Semua Ulasan
Luka Perselingkuhan

Luka Perselingkuhan

Setelah menunjukkan wajah aslinya, Aida masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras. * Catki Lapiak pandan = tikar dari pandan/ilalang Pulau kapuk = alam mimpi Ondeh-mandeh = sebuah seruan saat ingin mengejek atau mendengar, melihat sesuatu yang mengejutkan.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

lanjutnya pelan Sebelumnya di Apartemen Aksa terbangun saat bebrapa jam sudah terbaring di sofa, kemudian melihat jam pada dinding yang tertempel di dinding yang menunjukan jam setengah delapan malam. Kruk krukk Aksa melihat perutnya yang berbunyi “Astaga” Gumamnya saat merasakn perutnya meminta untuk di isi, dengan berat ia beranjak tempat duduknya berjalan menuju dapur, Aksa membuka isi kulkas namun nihil tidak ada makanan hanya ada Minuman kaleng saja dan beberpa buah-buahan Aksa mengambil satu buah apel untuk mengganjal perutnya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
Kasur Lapuk Untuk Ibu

Kasur Lapuk Untuk Ibu

"Kompres lukamu dengan ini, Din! Agar memarnya segera hilang dan pipimu tidak tambah membengkak." Aku hanya mengangguk lalu duduk di kursi dekat meja makan sambil menekan lukaku dengan es batu, yang sudah dibuntal dengan kain bersih oleh Ibu. Rasanya masih perih dan berdenyut, tapi tak seperih hati ini saat mendengar fitnah yang pak Wahyu katakan tadi tentangku. "Makanya punya mulut tuh dijaga, pake jelek-jelekin aku segala lagi, dasar jal**g keci!" Seru Kak Inggit berlalu sambil menoyor kepalaku kasar.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
ISTRI LUPA DIRI

ISTRI LUPA DIRI

Loteng—tempat yang selama ini dianggap tak penting, bisa jadi menyimpan kebenaran. Saat mereka membuka pintu loteng yang berderit tua, aroma kayu lapuk dan debu menyambut. Martin menyenter ruangan yang remang, sementara Rachel menyibak tirai lusuh yang menutupi tumpukan lemari tua dan kardus. “Ini seperti lemari arsip,” gumam Rachel sambil membuka satu laci. Di dalamnya, tersimpan berbagai dokumen keuangan lama, notulen rapat, dan catatan tangan yang tampaknya ditulis oleh ayah Martin sendiri.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
Di Balik Nama dan Luka

Di Balik Nama dan Luka

Udara Jakarta siang itu hangat, dengan langit yang tampak lebih jernih dari biasanya. Di salah satu sudut kota, sebuah rumah bertingkat dua dengan cat putih dan jendela lebar dibuka untuk umum. Di pagar depannya, terpasang sebuah papan nama sederhana bertuliskan: “RUMAH LUKA – Tempat Berteduh, Tempat Bertumbuh.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
After One Night Stand

After One Night Stand

"Lukaku tidak serius. Aku akan tetap di sini menjagamu." "Jika kau ingin menjagaku, kau harus istirahat dulu. Aku takut setelah ini bukan kau yang menjagaku tapi aku yang menjagamu." Lake benar-benar merasa bahwa ia baik-baik saja. Luka dipunggungnya bukanlah apa-apa. "Ada tempat tidur di sana, istirahatlah atau jika kau tidak mau kau bisa pergi." "Aku akan istirahat." Lake memilih untuk beristirahat. "Jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa membangunkanku."
1045.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
Luka yang Terpendam

Luka yang Terpendam

Karena telapak kaki merupakan pusat saraf seluruh organ. “Kamu istri yang baik, Sayang. Thanks a lot ya, sudah jagain dan sayangin aku selama ini. I love you so much,” ucapnya mesra. Dirangkulnya istri tercinta. Dicumbunya dengan penuh gairah. Jessica menyambutnya hangat.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dahinya perlahan berkerut. Kondisi di sini jauh lebih parah dibandingkan dengan Kota Pupa. Yang paling mengkhawatirkan, Kota Wuga sebenarnya adalah salah satu dari tiga kota besar yang jumlah infeksinya tergolong paling sedikit, selain Kota Pupa. Bisa dibayangkan seberapa parah situasi di dua kota lainnya. "Aku cuma bisa berusaha semaksimal mungkin." Luther tidak membuang waktu. Dia mengangkat tangan kirinya, mengendalikan kekuatan alam semesta, dan mencengkeram ke arah laut dengan gerakan tajam.
8.83.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83.7K kali sebagai lapuk adalah
Tampilkan Ulasan (736)
Baca
+Pustaka
Panessa Selvia
TAMAT. jadi mnurut kesimpulan saya. luter ditingkatan transendensi roh(tingkatan paling atas kultivasi) sudah ga yg ngusik lagi, sudah bagaikan dewa. makanya dibuat hidup tenang diakhir crita. tpi masih gantung, ayahnya di atlandia masih hidup/wafat? dan Bianca tau GK luter=Gerald Bennet?
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Luka Itu Bernama Kamu

Luka Itu Bernama Kamu

Tangannya saling menggenggam di atas pangkuan, dingin, meski udara di dalam ruangan terasa pengap. Sejak pukul 02.30, Luna—teman sekamarnya hampir dua tahun terakhir—mengeluh nyeri di perut. Rasa sakit yang datang bergelombang, semakin sering, semakin kuat. Sekar tahu, ini bukan sekadar sakit biasa. Ini waktunya melahirkan.
718 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lapuk adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status