KUBELI KESOMBONGAN KELUARGA SUAMIKU
Astaga, padahal aku tengah hamil, beruntung tak kenapa-napa.
Setelah kepergian Mbak Arina, tak henti-hentinya keluarga suamiku ini menghinaku, memaki serta mencaci orang tuaku.
"Ternyata, aku malah dapat menantu p*l*c*r! Lebih buruk daripada Arina," ucap Ibu yang membuat amarahku sedikit tersentil.
"Maaf ya, Bu, saya bukan seperti yang ibu bilang!"
"Lalu apa? Obralan?"