Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jasad di Kala Senja

Jasad di Kala Senja

Rasa kecewa tentu saja terlihat di wajahnya dan kemudian dirinya mengumpat dengan keras. “Sial! Kenapa ini hanya mimpi!” Hari sudah semakin sore. Cahaya matahari mulai tenggelam dan berganti dengan malam yang suram. Di sebuah tempat yang cukup gelap dengan banyak sekali benda tajam dan beberapa potongan tubuh yang tergeletak di lantai penuh darah. Lantai berwarna seperti papan catur itu berubah menjadi merah darah. Dinding yang dipenuhi banyak sekali foto orang lain membuat suasananya terasa menyeramkan dengan diiringi lagu Gloomy Sunday. Seseorang tersenyum menyeringai di bawah kegelapan menjadikan terasa mengerikan. Freya akhirnya selesai dengan pekerjaannya dan sekarang dirinya sedang ber
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
Pelangi atau Senja

Pelangi atau Senja

Entah apa yang telah terjadi, perasaan untuk berhenti dan mengundurkan diri sering datang akhir-akhir ini, kadang merasa sulit, kadang tidak tenang, kadang merasa bersalah dan perasaan buruk lainnya yang mengganggu dan mengusikku. Sore itu cuaca terlihat, dengan cepat aku menyelesaikan pekerjaanku, ingin rasanya cepat pulang lalu pergi ke pantai untuk menikmati senja, senja yang selalu kurindukan sejak pertama aku menginjakkan kakiku di tempat ini, di mana aku bisa menikmati kesendirianku tanpa seorang pun
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Sedang apa dan di mana mereka sekarang? Tanpa peringatan Parta tiba-tiba menghentikan langkah kakinya. Dia mendongak. “Sebentar lagi malam tiba,” ujarnya. “Tapi sebelum benar-benar malam, lidah-lidah api akan bermunculan dari balik bumi sebelah barat menghamparkan kemilau cahaya kemerahan di cakrawala. Orang-orang menyebutnya dengan senja. Tapi aku lebih senang menyebutnya petang. Karena jika kau tak berhati-hati, kegelapan bisa merampas sebagian dari dirimu, dan menawarkannya kepada sang malam yang mengentalkan waktu. Coba lihat ke angkasa, Kawan. Lihat petang.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
Antara Fajar dan Senja

Antara Fajar dan Senja

Setelah menemukan kontak WA nya, Nika pun langsung mengirim pesan padanya. Nika - Assalamualaikum. Ini dengan Nika. Gimana udah beres belum tugas buat LKS dan searching video? Aldi - Aduh belum nih. Aku lagi sibuk kerja di Malang nih sekarang. Nika - Terus ini mau gimana? Ini udah mau konsul jam 11. Aldi - Aduh, aku belum bisa ngerjain sama sekali. Yaudah gimana kalo konsultaiin yang lain aja dulu.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

Jevano : Liat aja hari Senin gimana Regar : Kita udah mau lulus, yakali pindah Mahesa : Liburan kali Haikal : Liburan mah harusnya izin Felix : Van sini nyusul lah, warkopnya Hasung Felix : Mabar kita Jevano : Otw Jevan mengunci layar ponselnya. Cowok itu kembali memakai helm, mengaitkan kedua kaitan sambil berpikir kemana perginya Shera yang tiba-tiba menghilang. Sebenarnya untuk seorang Shera yang sering bolos sih wajar aja sehari atau dua hari tidak ada kabar, tapi ini sampai tiga hari yang berarti benar-benar ada yang tidak beres. Nggak mungkin beneran pindah, kan? Setelah diam cukup lama di depan pagar rumah Shera, Jevan akhirnya melajukan motornya menuju warkop Kang Hasu
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ia menulis satu kalimat: Aku ingin hidup yang tidak perlu terus-menerus dijelaskan. Ia berhenti, membaca ulang, lalu menutup buku itu. Kalimat itu terasa cukup untuk hari itu. Ponselnya bergetar. Pesan dari nomor tak dikenal. Selamat siang, Mbak Anggi. Saya Lila, teman lama Claudia. Boleh kita bertemu? Nama itu membuat waktu seperti melambat setengah detik. Tidak ada tusukan tajam, hanya gelombang pelan yang menyentuh dasar perutnya.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta Sang Pewaris

Kontrak Cinta Sang Pewaris

DEG! Seketika ucapan Lisa langsung menusuk jantungnya. Kalimat anak haram yang ditujukan jelas kepada putranya menjadi momok di dalam ingatannya yang tidak akan hilang untuk selamanya. Malam harinya, Kala mengajak Sienna makan malam di sebuah Restauran mewah. Keduanya mengenakan pakaian formal dan sangat berkelas, karena sebelum mereka pergi untuk makan malam berdua, Kala lebih dulu mengajaknya ke sebuah acara resital piano teman dekatnya.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Satya mencopot kacamata hitam yang menutupi matanya. “Pantai?” “Iya. Uti yang mengajak, Uti di dalam mobil.” Jelas Satya, dan kulihat dari dalam mobil Uti melambaikan tangan ke arahku. Sinar siluet di seberang sana terlihat sangat cantik dengan ombaknya yang tenang. Beberapa kali jemari kakiku yang telanjang disentuh oleh ombak kecil yang ditimbulkan anginnya, dingin dan hangat, aku tidak bisa membedakannya, tapi yang jelas itu membuatku sedikit tenang. Aku disugesti oleh segala visual yang terdapat di sini.
577 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

senja selalu berarti satu hal: Rendra Ia menghela nafas pelan, mencoba mengusir kenangan yang tiba-tiba menyeruak tanpa izin. tapi seperti hujan yang datang tanpa aba-aba, bayangan itu tetap hadir. yaitu tawa Rendra, cara dia menatap, bahkan cara dia selalu datang saat senja mulai turun. "Alya?" suara itu... Jantungnya seketika berdegub lebih cepat. Perlahan ia menoleh. dan ternyata disana berdiri hanya beberapa langkah darinya. "ya benar, itu Rendra".
459 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai lawu kala senja
Baca
+Pustaka
Janda Laila

Janda Laila

Sementara Siska sedari tadi sudah masuk kamar. “Laila?” Aku mendongak. Damar berdiri tak jauh dariku. “Apa?” “Jutek amat?” Damar duduk di sampingku. “Bodo!” Bibirku mengerucut. “Laila ... Laila itu kan kalau gak salah artinya malam. Bener gak?” “Iya kali.” “Pantesan kalau malam wajah lo kayak rembulan. Cantik, putih, indah berseri ....” Damar menyanyikan kalimat akhirnya.
9.8150.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai lawu kala senja
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status