Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

Tirai yang menutupi dinding kaca tersibak, menampilkan pemandangan gemerlap lampu jutaan watt ibukota. “Akash, jangan di sini. Bisa dilihat orang.” Gista terengah saat Akash melepaskan ciumannya dan mendorongnya ke dinding kaca. Dia membalik Gista, membuat wanita itu bisa lebih jelas melihat ke arah luar. “Nggak ada yang liat. Ini lantai dua puluh ke atas.” “Ada teropong. Ada fitur zoom di hape.” Gista makin terengah. Bibir Akash menciumi lehernya dari belakang.
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 918 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris Arogan

Sang Pewaris Arogan

Tapi… mengapa foto ini muncul sekarang? Ia kembali ke meja, menaruh foto itu di dalam laci terkunci, lalu menatap keluar jendela. Dari lantai 20, ia bisa melihat langit Velora city yang suram. Angin berembus membawa debu dan serpihan dedaunan kering menempel di kaca. “Kalau ini permainanmu, siapa pun kau…” katanya pelan, “...kau baru saja membangunkan sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

"Caca ada di—" Langkah Fira dituntun mengikuti para wartawan yang baru saja datang. Sekitar lima ratus meter dari parkiran, panggung sederhana bergaya minimalis dengan slide layar di belakang punggung menampilkan karya-karya pelukis. Di depan puluhan kepala penasaran, Caca— ya Caca gadis berambut pendek itu memegang mikrofon dengan tatapan berbinar-binar. Semua kilat kamera disambarkan padanya. Karya-karyanya berserak di antara tubuh penonton, terletak di dalam kubus berupa kaca transparan yang setiap sudutnya diberi lampu sorot. "Kenapa kau bohong, Tar? Kau tahu betapa khawatirnya aku?" Fira menatap wajah Akhtar sangsi.
105.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
Berangkat Miskin Pulang Kaya

Berangkat Miskin Pulang Kaya

Istriku mendekatkan wajah ke layar. “Lagi bikin plan. Ini gambar tata ruang di sana. Nah yang ini lantai satu, nanti di titik-titik ini akan dipasang CCTV, terus ini kabelnya lewat sini.” Aku menjelaskan seraya menunjuk layar. “Wow, banyak dong, Yang. Ada berapa lantai?” “Dua tiga.” “Wih, gede dong uangnya.” “Iya lah.”
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
TERNYATA AKU YANG KEDUA

TERNYATA AKU YANG KEDUA

putus pria itu. Dengan langkah lesu. Leona menyusuri anak tangga menuju lantai dua kafe Tari. Kafe ini terdiri dari empat lantai: dua lantai pertama digunakan sebagai kafe, lantai ketiga sebagai tempat beristirahat Tari jika menginap, dan lantai teratas adalah rooftop.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

Ekor matanya sibuk menyapu ke arah pintu masuk kafe yang baru saja terbuka. "Kau punya radar 'kan?" tanya Ciel. Luke mengangguk. "Ya, hanya saja tidak sempurna." "Seperti apa kelihatannya?" Luke menggerakkan tangannya ke udara seolah sedang menekan sesuatu. Hingga sebuah layar muncul tepat di depannya. Tapi ternyata tidak semua orang bisa melihat layar tersebut, termasuk Ciel. "Layarnya muncul?" tanya Ciel.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Tangis ketiganya pecah dalam dekapan erat pelukan masing-masing. “Sudah, sudah. Kalo begini terus, kapan Raka berangkatnya, hum? Bagian informan sudah mengumumkan, pesawat jurusan Yaman akan berangkat lima menit lagi. Kamu siap-siap gih,” Lisa menguraikan pelukan. Bermaksud memberikan kekuatan pada kedua puteranya. “Kalo gitu, Raka pamit ya,, bu. Izza? Ingat pesan Abang, ya,” melihat satu persatu senjanya. Kemudian tersenyum, menyalaminya satu persatu.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

“Nadzhoman itu lalaran.” “Apa? Lalaran? Apa itu lalaran?” Ameera semakin merasa aneh dengan bahasa-bahasa yang disebutkan oleh Ayu. Ayu lekas meraih tangan Ameera dan menariknya. “Sudah ... nanti kamu juga tau apa itu lalaran!” ucapnya seraya melangkah keluar beriringan dengan Ameera menuju masjid. ***
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
2'20

2'20

“Mereka tidak mengejar kita.” Okta yang berada di posisi paling atas dan sangat dekat dengan lapisan kaca bening itu lantas mengarahkan pedangnya ke udara ⸺masih dengan mata tertutup⸺ dia dapat merasakan bahwa bagian itu adalah bagian inti dan tempat dimana pusat lapisan itu berada. Okta memperkuat kekuatannya dengan melapisi pedang menggunakan api biru, lalu siap untuk menghancurkan kaca bening itu bersama Joe yang membantunya.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
Lelaki Kedua

Lelaki Kedua

Lalu sanggupkah aku dengan segala resiko? Kita liat saja nanti. Sudah kepalang tanggung. “Datang saja ke kafe yang kemarin saya posting itu.” “Jangan di sana, Kak.” Aku menatap layar dengan jidat dilipat. Si pemilik akun itu makin bikin penasaran. Beberapa saat berikutnya ia mengirim sebuah alamat. Kafe juga. Dia saingan bisnis Farhan kah? “Kita ketemu di sana ya, Kak. Aku tunggu.”
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai layar kaca 22
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status