Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dream first class

Dream first class

oke! Kakiku melangkah dengan gesit. Aroma roti yang baru keluar dari panggangan menguar diudara tepat saat membuka pintu kacanya. Memicingkan mata guna melihat menu di atas dinding kasir dari kejauhan, aku meraba kantong celana Blackhawk yang kukenakan untuk memastikan beberapa lembar rupiah yang terselip di sana. Aman. “Selamat sore, selamat datang di Larasa. Mau pesan apa?”
102.8K viewsCompletedAdded to Library 62 Times as layar kaca 22
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

“Nadzhoman itu lalaran.” “Apa? Lalaran? Apa itu lalaran?” Ameera semakin merasa aneh dengan bahasa-bahasa yang disebutkan oleh Ayu. Ayu lekas meraih tangan Ameera dan menariknya. “Sudah ... nanti kamu juga tau apa itu lalaran!” ucapnya seraya melangkah keluar beriringan dengan Ameera menuju masjid. ***
108.4K viewsOngoingAdded to Library 326 Times as layar kaca 22
Read
+Library
2'20

2'20

“Mereka tidak mengejar kita.” Okta yang berada di posisi paling atas dan sangat dekat dengan lapisan kaca bening itu lantas mengarahkan pedangnya ke udara ⸺masih dengan mata tertutup⸺ dia dapat merasakan bahwa bagian itu adalah bagian inti dan tempat dimana pusat lapisan itu berada. Okta memperkuat kekuatannya dengan melapisi pedang menggunakan api biru, lalu siap untuk menghancurkan kaca bening itu bersama Joe yang membantunya.
1012.6K viewsCompletedAdded to Library 301 Times as layar kaca 22
Read
+Library
Lelaki Kedua

Lelaki Kedua

Lalu sanggupkah aku dengan segala resiko? Kita liat saja nanti. Sudah kepalang tanggung. “Datang saja ke kafe yang kemarin saya posting itu.” “Jangan di sana, Kak.” Aku menatap layar dengan jidat dilipat. Si pemilik akun itu makin bikin penasaran. Beberapa saat berikutnya ia mengirim sebuah alamat. Kafe juga. Dia saingan bisnis Farhan kah? “Kita ketemu di sana ya, Kak. Aku tunggu.”
108.4K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as layar kaca 22
Read
+Library
Pinangan Jutawan Berkedok Seniman

Pinangan Jutawan Berkedok Seniman

Apakah Lois berbohong? Di teras lantai dua, ada satu sofa bed berwarna ungu tua. Beratapkan langit malam yang dipenuhi taburan bintang. Teko kaca berisi minuman berwarna oranye dan empat gelas kaca tanpa kaki tersaji di atas meja kayu. Dan dua lilin indah yang menyala.
1095.0K viewsCompletedAdded to Library 3.8K Times as layar kaca 22
Show Reviews (43)
Read
+Library
Redmi 9A
bodoh jadi liliyah..pergi lah ke luar negeri..buat hidup mapan seperti lubis..biar nggak ingat lubis selalu..kembali jakarta dgn kesuksesan..tunjukkan pada lubis dan romonya..hubungan dgn ishak lagi..tambah menjauh lubis nanti..krn lubis pasti suruh orang untuk pantau liliyah
Haniocta_
Wah, Semoga Lilyah mendapatkan kebahagiaanya ya walaupun harus nikah karena terpaksa. Dan semoga Lois mencintai dan menyayangi Lilyah. Keren banget thor ceritanya. Semangat terus ya buat kakak authornya (^_^)
Read All Reviews
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Sore itu, langit berwarna keemasan. Di taman belakang rumah, keluarga Kania berkumpul di bawah pohon besar yang rindang. Meja panjang dipenuhi makanan kesukaan keluarga, dan di tengahnya ada dua kue kecil dengan lilin berbentuk angka 22. Kania menyalakan lilin itu dengan senyum lembut. "Selamat ulang tahun, Nayyara, Nazeera," ucapnya pelan, suaranya bergetar namun penuh kehangatan.
1017.8K viewsCompletedAdded to Library 712 Times as layar kaca 22
Read
+Library
Kebangkitan Rank Terendah

Kebangkitan Rank Terendah

Di tangan kanan, lapisan transparan bergetar tipis memantulkan cahaya api itu seperti kaca yang tidak kasat mata. Untuk beberapa detik, Arka berdiri di tengah dua denyut berbeda panas merah di kiri, distorsi transparan di kanan dua hal yang tidak seharusnya bisa berjalan bersamaan dari satu orang dengan satu angka redup di atas kepalanya. Tiang timur berpendar terang. Tiang utara menyusul. Lima ratus cast... Di tribun selatan, jari Wiryatama berhenti mengetuk sandaran kursinya.
547 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as layar kaca 22
Read
+Library
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Yazid pun hanya mengangguk lesu. "Silakan Pak Yazid dan dedenya makan dulu, kemudian istirahat, saya pamit dulu," ucap perawat itu sambil menunjuk kepada seorang laki-laki berbaju putih yang membawa nampan berisi tiga piring makanan dan segelas susu. "Minumnya silakan ambil saja di situ ya, Pak," lanjutnya sambil menunjuk ke arah tumpukan kardus air mineral. Yazid pun hanya mengangguk, matanya masih saja terpaku pada tubuh istrinya yang tengah terbaring di atas brangkar di sudut ruangan itu.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as layar kaca 22
Read
+Library
Putra Putri Bunga

Putra Putri Bunga

Dia meletakkan minumannya, melihat sekeiling, dan saat matanya melihat seorang pelayan wanita yang berlari ke luar ruangan, ia langsung tahu itu Lily dan bergegas mengejarnya. Lily berlari tak tentu arah, matanya perih dan terasa napasnya sedikit sesak, entah karena berlari atau karena pemandangan yang sangat tak ingin dia lihat. Ia marah pada Arga, tangannya mengepal dan sangat ingin memukul tangan yang ia ulurkan pada wanita itu. Ia tidak suka pria itu dekat dengan wanita lain apalagi menyentuhnya. Dan fakta bahwa ia tak bisa berbuat apa-apa membuatnya kesal dan hanya bisa menangis. Kakinya berhenti, dengan terengah-engah ia melihat sesuatu yang ada di hadapannya. Itu air mancur besar, tin
103.7K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as layar kaca 22
Read
+Library
Attack of Playboy

Attack of Playboy

Entah pas pulang, mungkin aku tetap manggil tukang pijit. Selagi Levin memeriksa kamera yang terhubung dengan komputer, aku merunduk-runduk. Pasang mata elang ke tiap sela-sela bilik, di bawah kubus tempat duduk dan karpet. Sejauh ini aman, yang kutemukan baru butiran debu. Satu lagi. Pelupuk mataku menangkap benda lancip yang terselip di belakang monitor. Kutarik ujungnya dan rupanya itu adalah kartu ucapan yang disebut Caca tadi.
7.53.4K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as layar kaca 22
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status