Di Bawah Jemarinya yang Panas
Liamtiba tiba lemas dan keringat dinginbadan lemas keringat dinginhabis makan lemas dan gemetarjeritan hatiku
Dia berhenti di depanku.
"Latihan kemarin pasti membuat ototmu sedikit tegang. Daya apung di dalam air bisa membantumu rileks," katanya. Suaranya kembali tenang seperti biasanya, seolah-olah orang yang tadi menatapnya dengan tajam bukanlah dirinya.
"Hm." Aku menundukkan kepala, tidak berani menatapnya.
"Sekarang, peluk leherku."
"Hah?" Aku mendongak tiba-tiba dan bertatap muka dengan matanya yang penuh teka-teki.