Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Salah Melamar

Salah Melamar

tanyaku reflek. Seketika lelaki itu menutup laptop hitam miliknya, dan kembali menyeruput mie kuah instan yang kubuat. “Kamu salah melihat. Sudah habiskan dulu mie mu,” ucapnya. “Dijah tidak rabun, Mas. Khadijah lhat betul ada nama Dijah disitu. Pas tadi sore juga lihat pin dengan nama dijah,” ucapku lagi. “Sore kapan?”
1027.4K viewsCompletedAdded to Library 602 Times as letak dahi
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Mela tidak bergerak dari kursinya untuk menjaga jarak fisik dan emosional dari Damar. Damar hanya tersenyum tipis. Dirinya sama sekali tidak gentar dengan penolakan dingin Mela. Ekspresi tenang itu justru menunjukkan bahwa Damar sudah mengantisipasi perlawanan Mela. Ia mengambil botol sake kecil itu dan meletakkannya di dekat kotak sushi dengan gerakan hati-hati. "Aku tahu," katanya lembut yang justru membuat Mela semakin curiga.
853 viewsOngoingAdded to Library 29 Times as letak dahi
Read
+Library
Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Pelukan Kedua Di Bawah Langit Yang Sama

Zahwa menadahkan tangan dalam posisi berdoa. "Aman Surahman mah nama mamang yang jual tahu Sumedang di dekat pengkolan." David berkelakar. "Kamu sekarang sudah suka membuat jokes ala bapak-bapak ya, Vid." Zahwa mencibir David. "Iya. Aku udah mulai suka jokes-jokes mereka. Sekalian orang-orangnya juga. Soalnya mature-mature hot gitu," bisik David genit.
1016.8K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as letak dahi
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

Kakinya terasa lemas, dan ia hanya ingin berbaring untuk beristirahat. “Kalau … Bunda nggak keberatan, boleh saya baring di sini sebentar?” pinta Cita ingin melepas sedikit saja dari stres dan panik yang melanda. Cita merasa masih belum sanggup berjalan, karena terlalu syok dengan kejadian barusan. “Sebentar aja. Kaki saya, rasanya lemes. Nggak bisa jalan.”
9.839.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as letak dahi
Read
+Library
DITIKUNG TETANGGA

DITIKUNG TETANGGA

🏵️🏵️🏵️ “Kakak nggak pergi kondangan?” tanya Novia—adikku satu-satunya yang masih duduk di bangku SMA kelas sepuluh. “Nggak, ah … Kakak malas.” Aku memilih menghempaskan tubuh ke tempat tidur. “Malas apa malas? Jangan bilang kalau Kakak belum move on.” Novia selalu saja ingin tahu tentang banyak hal. Ia adik yang sangat kepo.
104.2K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as letak dahi
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Ijah datang dengan sebuah tampah bambu di tangan. "Uti juga belum dhahar (makan, Jw), kan? Ayo bareng aja sekalian, biar nikmat." Asih mengambil alih benda itu dan meletakkannya di lantai. Dia segera beranjak masuk, setelah mendapat anggukan kecil dari neneknya.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 51 Times as letak dahi
Read
+Library
DASAR BENALU!

DASAR BENALU!

lanjutku panjang kali lebar kali tinggi lalu meraih dan menyeruput kopi Aisha. “Yaelah, itu punyaku diembat juga? Ck!” gerutu Aisha sambil geleng-geleng kepala melihat tingkahku yang absurd itu. Aku dan Aisha sudah lebih dari sahabat—lebih tepatnya seperti saudara. Kami sudah biasa berbagi makanan, “Seret. Punyaku habis soalnya,” Kusesap kopi itu hingga yang bersisa hanya ampasnya.
9.613.1K viewsOngoingAdded to Library 431 Times as letak dahi
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Tempat itu adalah Waduk Dharma yang ada di bawah kaki Gunung Ciremai atau wilayah kekuasaan Kerajaan Galuh. Gandi melayang turun setelah melihat empat orang yang berkumpul di bawah batu besar. Melihat kedatangan Gandi, seorang gadis melambaikan tangannya. Pemuda itu pun tersenyum dan mendarat di dekat gadis yang tak lain adalah Sekar Asih. "Kakang baik-baik saja?" tanya gadis itu sambil menatap kearah wajah sang pemuda. "Aku baik-baik saja. Urusan di tempat itu sudah selesai," kata Gandi lali dia pun menatap kearah tubuh seorang pria tua yang masih terbujur lemah di atas batu.
8.962.9K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as letak dahi
Read
+Library
Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan

Kesempatan Kedua Di Tanah Jajahan

Langkah kaki Dyah terasa berat, seolah setiap jengkal tanah berlumpur yang dipijaknya ikut menahan kepergiannya. ​Di lengan kirinya, bakul bambunya masih kosong. Seharusnya pagi ini bakul itu terisi penuh oleh sawi hijau, tahu, dan beberapa papan tempe untuk makan siang sepuluh anak panti. Namun, bayang-bayang percakapan kasarnya dengan Willem semalam masih berputar di kepala, menyisakan sesak yang kian menghimpit dada. ​"Nyuwun sewu, Mbok. Tempenya lima papan," ucap Dyah lembut, menghentikan langkah di depan sebuah lapak beralas karung goni.
875 viewsCompletedAdded to Library 31 Times as letak dahi
Read
+Library
DERSIK

DERSIK

tanya Disa dengan raut wajah heran. “Ini kunci keluar dari sini” balas Fia apa adanya. “Oke” balas Disa dan mulai berjalan mendekat ke arah Fia. Tanpa membutuhkan waktu lama Disa mulai membaca mantra yang ada di batu tadi. Mantra tadi tertulis dengan aksara Jawa, dan entah kenapa Disa dengan lancar mengucapkannya, setiap kata terdengar sangat jelas.
109.9K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as letak dahi
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status