Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Dendam Sang Pewaris

Jerat Dendam Sang Pewaris

Detak jantungnya naik turun tak karuan. Liam menyeringai, ia menempelkan hidungnya pada hidung Lily, membuka kancing kemejanya dengan tidak sabaran dan sekejap kemudian pandangannya berubah buas, ia hendak melahap bibir Lily dengan bibirnya. “Ckckck, hewan juga sepertinya kalah panas dari kalian berdua,” cemooh seseorang dari arah pintu ruangan itu. Memegang ponsel dengan posisi merekam video.
217 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Pria itu meletakkan rokok di atas asbak, lalu meraih benda pipih dengan layar yang masih saja berkedip. Tombol hijau digeser, suara wanita yang mendayu terdengar masuk ke telinga, seakan membelai dengan setiap kata yang diucapkan. Aryo membalasnya singkat, sengaja membuat wanita itu merasa diabaikan. Benar saja, panggilan suara itu kini beralih ke mode video. Wajah wanita yang dikenalnya beberapa bulan lalu, muncul di layar dengan senyum mengembang. Bukan senyuman biasa, namun sebuah senyum menggoda yang membuat jakun Aryo naik turun di tenggorokan. "Aku ke situ ya, Mas. Atau kamu aja yang ke sini?"
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
TimeLess

TimeLess

Haffa bisa sedikit bernafas lega. dalam 1 minggu Keiko mendapatkan 4 kali suntikan. selama ini tidak ada reaksi signifikan dalam tubuh Keiko. di hari ketujuh, saat hari libur, Keiko tiba tiba merasa tidak mengingat apapun kejadian yang baru saja dia alami. Jeniver mencacat semua yang di alami Keiko saat itu, bahkan Keiko tidak mengingat Jeniver. mendapat kabar dari Jeniver, Haffa langsung datang ke asrama dan melihat kondisi Keiko. Keiko sudah berbaring tertidur saat Haffa datan. Haffa dan Jeniver mencatat semua yang Keiko alami hari ini dengan details untuk melihat variabel yang salah.
9.95.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
Love

Love

Love you all.... 😍😍😍😍😍 enjoy ya.. 😘😘😘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

"KENAPA? KAU MARAH AKU MEMUKULNYA??" Nara melangkah mendekat ke arah Intan, ia menatap lekat wajah sahabatnya itu. Ada rasa muak dan kecewa di sana, bahkan tatapan tajam yang tidak pernah Nara berikan mampu membuat nyali Intan ciut. PLAKKK.
87.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Redrick memukul satu batu besar setinggi dirinya. "Apa ada air terjun di ujungnya?" Liara menunduk, memmerhatikan air yang bergerak seolah menari. "Aku tidak tahu. Kau banyak bertanya juga ternyata." "Kau bodoh," pungkas Liara. Ia menunjuk ke kaki Redrick. "Harusnya kaki celanamu kau lipat dulu. Kau basah." Redrick menoleh ke belakang. "Aku memang berniat basah. Kau sendiri? Sudah basah?"
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
Home

Home

47 Sayang: Mas, tadi pas check in kamu kan gaikut masuk. Lupa bilang kalau kartu kamar yang satunya aku titipin di resepsionis. Aku udah bilang nama kamu kok jd nanti tinggal sebut nama aja. Aku lagi mager banget turun ke bawah mas maaf ya :(( ] ["Kenapa? Istri lo nge-chat?"] "Iya," jawabnya pelan. "Gue tutup dulu ya. Makasih sudah angkat telepon dari gue."
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 286 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

“Gampanglah.” Lily mengerjap pelan, bingung dengan keberaniannya, padahal selama ini ia terbiasa menahan diri. “Dear God, tolong matikan rasa ini, atau orang tuaku akan menyembelihku hidup-hidup.” ***
1039.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

“Mau ngamen bund biasa” “Sa ae u hahaha. Eh Bim kabar Miku gimana?” “Dicolong sama tikus keknya”ucapku sambil beranjak meninggalkannya “Ehhhhh Bimmmmm becandaaa kan? BIMOOOOO!”teriaknya yang sudah samar ku dengar karna aku sudah berjalan jauh darinya. Aku tertawa puas. Tolong aku bahagia. ---
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
Sweet Coffee

Sweet Coffee

sambungku sembari tersenyum kearahnya. Septian menatapku tanpa membalas ucapanku. Lift pun menjadi hening. Aku pun tidak bisa berkata-kata. Mata milik Septian seakan mengunciku. Ini pertama kalinya aku mendapati Septian yang menatapku lembut. Mata itu menunjukkan rasa senang, namun bibirnya sama sekali tidak tercetak senyuman. Di sisi lain, lewat mata itu aku bisa merasakan sesuatu yang kelam, yang tidak kuketahui apa itu. TINGGGG!!
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai lick
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status