Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Reinkarnasi Pendekar Naga Wanita

Reinkarnasi Pendekar Naga Wanita

tanya Ling Li. "Aku juga tidak tau, tapi kamu bisa bedakan sendiri apa yang berbeda saat kamu menggunakan mata Dewa dan mata biasa," sahut Naga keempat. Ling Li langsung menemukan jawabannya dengan cepat, perbedaannya setelah menggunakan mata Dewa dirinya sama sekali tidak berkedip mungkin itu cara mengembalikan mata normalnya. Setelah berkedip mata Ling Li kembali normal pandangannya juga hanya bisa melihat yang ada di sekitarnya, pria mandi yang ada di arah selatan sudah tidak lagi bisa dilihatnya.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
Saat Matanya Terbuka

Saat Matanya Terbuka

Karena itu, dia mencari tempat wisata yang tidak terkenal. Pasti akan ada lebih sedikit keramaian di tempat-tempat wisata yang kurang terkenal. Bahkan jika ini kurang terkenal, itu akan baik-baik saja. Dia ingin menghabiskan waktu bersama Elliot. Pemandangan itu tidak penting. Tempat pertama dari pencariannya disebut The Lover's Eye. The Lover's Eye adalah danau pirus berbentuk mata. Menenangkan hanya dengan melihat gambar tersebut.
9.54.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171.4K kali sebagai lihatlah
Tampilkan Ulasan (1744)
Baca
+Pustaka
Juli Anty
ceritanya bagus bgt good job author cm skrg kami dipersulit utk membaca tiap bab nya sedangkan novelnya ribuan bab kpn kami selesai baca klo poinnya makin kecil pdhl udh ntn iklan byk tp gk bisa buka bab please author tlog dipermudah ya biar kami makin semangat membaca novel ini maaf ya author ......
Syamsiah
greget bacanya karna panjang sekali,mau berhenti tapi isi ceritanya selalu bikin penasaran.aku tidak percaya ini sudah hari ke 25 aku membaca novel ini... sedangkan novel yang dibukukan setebal kamus bahasa inggris bisa ku selesaikan baca nya dlm waktu seminggu. novel ini bagus banget tiap bab nya...
Baca Semua Ulasan
KINASIH

KINASIH

Rani menatap keluar jendela, di mana pegunungan hijau tertutup kabut tipis menyapa penglihatan. "Kau dan mantan istrimu, sama-sama pembunvh, Mas," lirih Rani dengan mata menyorot tajam ke arah ponsel yang kembali menyala.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

pinta Helena Caustaria dipenuhi rasa panik bercampur marah. “Mas, segera teflon Daniel.” “Iya, akan aku telpon dia,” ucap Arttha seraya mengambil HandPhone dari dalam saku celananya. Segera Arttha Caustaria mengutak-atik handphone yang berada di genggamnya untuk menelpon Daniel. [Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan...] Tiap kali Arttha menelpon Daniel selalu saja operator Telkomsel yang menjawabnya.
522 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Nomor baru Ginos masih ada di daftar blokirnya, Susan tidak melihat pesan terakhir yang dia kirim. [Susan, aku mengorbankan hidupku untuk meminta maaf, bisakah kamu memaafkanku?]
17.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 612 kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

tanyanya. "Aku tak bisa melihat apa-apa. Semuanya gelap." jawabku, suaraku bergetar. "Apa yang terjadi?" tanya Pak Udin. "Tadi Bobi, dia memaksaku melihat matahari," kataku dengan napas terputus-putus. "Astaga, Bobi! Apa yang kamu lakukan? Itu sangat berbahaya! Bagaimana jika Thomas jadi buta?" kemarahan Pak Udin membahana, memecah kesunyian.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
Dekat di Mata, Jauh di Hati

Dekat di Mata, Jauh di Hati

“Wah, bukankah ini si pelakor? Jadi kamu bekerja di bar sebagai gadis kelinci yang menjual minuman? Kenapa? Uang dari Juan sudah tidak cukup dipakai?” “Ini wanita penggoda yang menghancurkan rumah tangga Evelyn?” Para sahabat lainnya ikut berdiri. “Biasa saja ternyata. Juan benar-benar buta.” Lily tidak menanggapi mereka, dia hanya memandang Evelyn. “Kudengar kalau menemani kalian minum, aku bisa mendapat 20 juta, benarkah?” Evelyn tidak menjawab.
33.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
Sepuluh Selir Ratu Arischa

Sepuluh Selir Ratu Arischa

Mereka menatap langit-langit dengan tatapan kaca yang mati. "Aku lupa kode warna heksadesimal yang tepat untuk iris matanya," gumam Arlan, mengambil satu bola mata dengan pinset dan mengangkatnya ke cahaya. "Kau yang paling sering menatap matanya, kan? Yang mana, Lia? Yang mana warna 'Kael'-mu?" Lia menatap barisan mata itu. Dia ingin muntah. Arlan mereduksi tatapan penuh cinta Kael menjadi sekadar pilihan katalog sparepart.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Seloroh orang-orang yang khawatir segera bangkit dan meninggalkan dengan wajah kecewa. “tak pikir mati mau,” suara khas dengan bahasa jawa itu menohok tenggorokannya. Pandangan matanya semakin menunjukkan ketidak pahaman. Di tatap sahabatnya yang kini tengah berdiri bersendekap. Ia berdiri dengan wajah kecut. Meski kesadaran belum penuh dan kepalanya yang pusing perihal masalah yang langsung menyergapnya lagi.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai lihatlah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status