Bastard Sister
Kuhapus jejak air mata yang membasahi pipi, kemudian bangkit dari sadel motor.
Inilah aku Prisilia atau akrab disapa Sisi oleh semua orang terdekatku. Sisi yang selama ini hanya bisa mengatakan iya dan iya saat adik dan orangtuanya meminta apa pun itu. Susah gampang, tetap akan kupenuhi, meski sebenarnya kebutuhan pribadiku sendiri belum tunai. Sisi yang selama ini tampak menerima, kalem, pengertian, dan rela berkorban, sekarang sudah keluar dari zona nyamannya. Bukan, bukannya aku berubah menjadi monster sekarang. Aku hanya berusaha menghargai diri sendiri, sebelum orang lain menghargaiku. Sudah cukup kurasa pengorbanan selama ini, kalau akhirnya hanya dihargai dengan caci dan maki.
Bab Populer