Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Sugar Baby

Terjerat Sugar Baby

Lilis tergelak mendengar sebutan Uzy untuknya. Uzy menatap Lilis. Ia takjub melihat Lilis yang dulu remaja tanggung kini sudah berubah menjadi gadis cantik dan menarik. Pasti banyak pemuda yang tertarik dengan adiknya yang sedang mekar-mekarnya itu. “Apa kamu sudah punya pacar, Lis?” tanya Uzy cemas. “Aku? Mana berani, Mas. Ibu bisa marah kalau aku enggak serius sekolah.” Lilis tergelak sambil melirik Ibu yang duduk di sebelahnya.
5.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN  TERUKIR  DENDAM

PERNIKAHAN TERUKIR DENDAM

tanya Lilis dengan menatap lekat Haris. “Ingat dong, kamu yang kemarin malam, mengotori jasku ‘kan,” balas Haris dengan tersenyum. Lilis pun tersenyum, ia mulai sedikit lebih mengakrabkan diri pada pria yang seusia bapaknya. Lilis yang saat itu memakai baju senam yang ketat, sehingga lekuk tubuhnya terlihat jelas. Sementara Haris mulai masuk dalam jebakan Lilis tanpa ia sadari.
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
ISTRI TUJUH MILIAR UNTUK TUAN MUDA

ISTRI TUJUH MILIAR UNTUK TUAN MUDA

Sarah tertawa sambil membayangkan kehidupan impian. Lili mencondongkan tubuhnya ke depan. “Dengarkan aku. Kita akan mendapatkan uang dari Selena,” katanya, tersenyum lebar hingga giginya terlihat jelas. Sarah terkejut. “Hah? Bagaimana caranya? Kau ingin kita berhutang kepada Selena?” tanyanya sambil menggaruk kepala, tampak bingung. Lili memukul kepala Sarah dengan ringan. “Bukan begitu, bodoh!” serunya kesal.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Dari Istri Terhina Menjadi Kesayangan Penguasa

Senja menghela napas panjang, mencoba mengusir sesak yang perlahan memenuhi rongga dadanya. “Sejak semalam media sosial heboh dengan video dan foto ulang tahun Lili. Langit merayakan ulang tahun Lili di panti asuhan. Mamanya Langit datang, kedua adiknya juga ada.” “Jadi begitu…” gumam Senja lirih. “Iya, begitu. Aku sudah kirim video sama fotonya ke kamu. Jadi kamu nggak perlu lihat langsung di medsos.”
1012.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 499 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN BUDAKMU, MAS!

AKU BUKAN BUDAKMU, MAS!

"Mbak. Siapa? Kok suaranya mirip Mbak Sri?" Entah sejak kapan Lilis berada di dekatku. Wajahnya juga terlihat segar dan cerah, berbeda saat dia baru datang tadi. Apalagi saat ini dia tengah menggunakan pakaian hamil yang longgar jadi terlihat nyaman. "Itu memang Mbak Sri, Lis. Kayaknya dia sedang mencari kamu. Mungkin mau mengajak kamu tinggal bersamanya," kataku sambil menatap matanya. Terlihat kalau dia merasa tidak nyaman.
1024.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 967 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
Sabtu Malam Lisa

Sabtu Malam Lisa

Jemari Kris yang kurus dan panjang menggiling mayat binatang malang itu, menjadikannya persis kotoran hidung, hanya saja ia tak dibuang atau diratakan di kolong meja, melainkan dimasukkan ke dalam saku jas hitam yang sudah tampak lusuh dan bau apak. “Aku Lisa.” Kata si gadis, sambil tangan kanannya yang sudah terlanjur terangkat bergerak ke belakang kepala, melepas ikatan rambut sekaligus menyibak rambutnya yang tak begitu saja tergerai seperti iklan sampo di televisi. Rambut itu panjangnya sebahu, hitam kusam. “Saya sudah tahu,” balas pemuda itu tak tertarik.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
LILY

LILY

Padahal sebelumnya gadis itu selalu bangun tepat waktu. “Maaf aku terlambat tadi kesiangan,” dengus Lily. “Hah? Apa aku tidak salah dengar?” tanya Rachel. “AKU BANGUN KESIANGAN RACHEL!” teriak Lily di samping telinga Rachel. “Aduh telinga aku sakit Li, jangan teriak aku engga tuli,” kesal Rachel. “Terserah kamu, minggir aku ingin masuk,” tukas Lily.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
Selena

Selena

Wajah Ilse cemberut, tetapi sangat menggemaskan. “Tentu saja. Itu tekniknya.” Sirius tertawa lepas, tetapi Ilse menjawilnya. “Kau ini!” sergah Ilse. “Jangan keras-keras bicaranya, nanti dia bangun.” Sirius pun berdeham dan kembali tenang. “Jadi, kau akan memberinya nama apa?” puji Sirius. “Selena, artinya bulan. Dia lahir di bulan purnama yang keperakan.”
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
MISTERI VITAMIN YANG DIBERIKAN OLEH SUAMIKU

MISTERI VITAMIN YANG DIBERIKAN OLEH SUAMIKU

Lilis memasukkan handphonenya ke dalam sling bag. "Kamu diam saja, Mas. Ini bukan urusan anak kecil." Lilis menjawab dan terkekeh geli. "Kamu bilang apa?" Zoni menarik pelan daun telinga Lilis. "Aduh-aduh, putus telingaku, Mas." Lilis tertawa sambil mengirimkan videonya ke nomor Amira. Dia yakin rekamannya itu akan berguna untuk calon adik iparnya itu.
1076.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam hitungan detik gadis itu langsung menghampiri Emma tanpa canggung sedikit pun. “Kakak juga suka mereka?” Emma tertawa kecil melihat antusiasmenya. “Justru aku suka karena liriknya enak didenger.” “Aduh, akhirnya ada yang sepaham!” Gadis itu langsung duduk di sofa seberang Emma dengan penuh semangat. “Aku Lilis.” “Emma.”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai lil sis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status