Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Giok Langit

Giok Langit

Apakah orang-orang tidak tahu kalau kedelapan giok tak bisa dikumpulkan karena itu merupakan keinginan dari naga sendiri? “Itu mitos, Long Wei ....” Long Wei terkejut karena Yang Feng seakan-akan tahu apa kata hatinya. “Itu mitos dan belum ada yang bisa membuktikan kalau kekacauan ini adalah kehendak sang naga yang tak mau Giok Langit bersatu. Akan tetapi, tempat altar di gunung Yuling itu benar adanya, Tanah Pemanggilan Naga, begitulah orang-orang menyebutnya. Jadi pertanyaannya, bagaimana kalau mitos itu salah dan Giok Langit jatuh ke tangan orang jahat? Seperti jawabanmu, kekacauan.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
Pendekar Tongkat Emas

Pendekar Tongkat Emas

Tetapi tetap saja dia di percaya sebagai penolong ibu melahirkan di kampung Dukuh. "Terimakasih mak, atas bantuannya Mbok Siem." Mbok Sim akhirnya masuk dan memberikan sebuah kalung berisi jimat untuk diberikan pada sang bayi jika dia terbangun dan rewel. "Arya, ingat jangan sekali-kali kamu membawanya ke dalam hutan." Arya terdiam dan tidak paham dengan perkataan mbok Sim. "Kenapa Mak?" Mbok Sim tidak banyak bicara hanya memberikan penekanan atas perkataannya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

Taja sembari memperhatikan isi lontar yang terpampang di hadapan mereka. “Aku tidak melihat ada tulisan apapun di kitab ini,” Taja menjadi heran lagi. “Muhaqqina adalah kitab ajaib. Hanya segulung lontar. Tetapi kitab ini mengungkap hampir seluruh peristiwa di Jawata.” Taja memperlihatkan lontar di tangan Radhit, terpampang di meja. “Harus merapal mantera khusus sebelum membacanya, kamu bahkan tidak akan mengerti bahasa Kitab Muhaqqina. Ini bahasa Orang-orang Wali," kata Radhit.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
Mbah Dukun Dambaan Wanita

Mbah Dukun Dambaan Wanita

“Hong Hyang Hanging Amarta, Martini Sarwa Huma. Kuwat kandungan, subur rahim, Metu benih, tuwuh dadi jabang bayi. Sing reksa jagad, paring berkah, Anak waras, selamat lahir lan batin.” Mantra yang diucapkan dalam bahasa Jawa, Laras tidak terlalu paham dan hanya mengerti sedikit saja tapi ia tetap mengikuti prosesnya sambil terus dibacakan mantra. Setelah itu Damar mengambil air di dalam kendi lalu meminum air tanpa meneguknya ke dalam mulut lalu menyemburkannya ke lingkaran lilin di sekeliling Laras.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

Pulau yang mempunyai nama lain Cow Island itu--karena berbentuk seperti sapi yang sedang berbaring-- merupakan pulau kecil yang bisa dikelilingi hanya dengan waktu empat jam saja dengan kendaraan. Kamar yang ditempati Jihye dan Gaeun terletak di lantai dua dengan pemandangan lurus ke bibir pantai. Setelah beristirahat sebentar, mereka memutuskan akan turun ke bawah untuk menikmati indahnya pantai. Namun sebelumnya, gadis bermarga Han itu sibuk mengoles tubuh dengan krim mengkilat agar kulitnya terlihat berkilau, mengenakan bikini two piece dengan cardigan transparan dan membubuhkan lipstik merah cabe pada bibirnya. "Apa kau yakin sajangnim menyukai wanita dengan dandanan seperti ini?" tanya
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

Batu itu cocok dengan apa yang diinginkan Rangin. Sementara Malya menemukan sebuah informasi menarik tentang sebuah batu raksasa yang seringkali tersambar petir apabila hujan tiba. Dikatakan bahwa potongan dari batu itu sangat bertuah dan ketika dibawa terasa sangat ringan. Batu raksasa itu ada di pinggiran Desa Telang di daerah timur dari Bhumi Mataram. Untuk bahan tongkat, Wulung menemukan informasi tentang kayu walikukun. Kayu itu ada di wilayah timur Bhumi Mataram, tumbuh tersembunyi di wilayah hutan jati yang luas.
9.135.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 750 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
MR. D

MR. D

sebuah tembang Jawa kuno sebagai pengantar tidur untuk bayi yang berarti menenangkan si bayi agar tidak menangis terdengar sayup-sayup dari salah satu bukit gunung Anjasmara. “Woi siapa kau jangan lari, ayo kejar!" teriak Ki Bargowo mengomandoi anak buahnya untuk mengejar sumber suara dari senandung tembang Jawa kuno tentang mendiamkan anak yang tengah menangis di tengah malamnya. Meninggalkan desa Kembang Sri yang telah terbakar di seluruh bagian desanya tak bersisa.
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

gua bilang tulus. Dia ketawa pelan, masih nyenterin sekitar. Sinar senternya mantul di dedaunan basah dan batang pohon yang gelap. Gua nanya lagi, “Emang amang gak takut, sendirian keliling begini?” Dia langsung nyeletuk, spontan tapi ngena, “Waaahhh… sieun naon, Jang! Leuwih sieun dapur teu ngebul tibatan kapanggih jurig!”
466 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Angin membawa aroma tanah basah dan harum pinus, namun di sela-selanya terselip sesuatu yang lain — samar, seperti bau dupa dan besi tua yang terbakar. Arjuna Wisangjati berdiri di tepi jalan berbatu menuju kawasan hutan Maribaya, menatap lembah di bawah yang diselimuti kabut. Ia memegang Kujang Layung yang kini tersimpan dalam sarung kulit hitam di pinggangnya. Setiap kali angin berhembus, bilah pusaka itu bergetar halus seperti pertanda bahwa sesuatu dari dunia niskala tengah mendekat.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

4 PUSAKA PENAKLUK JAGAT

tanya Jagat Pramudita. Mpu Seta kemudian mengeluarkan sebuah gulungan lontar dari balik jubah yang ia kenakan. Dia meletakkan gulungan itu di hadapannya. Jagat Pramudita dan Jaka Purnama hanya diam saat melihat benda tersebut. “Apa ini, Ayah?” Jagat Pramudita merasa penasaran. Mpu Seta menarik nafas yang begitu dalam dan lalu menghembuskannya. Kemudian dia menjawab, “Ini adalah gulungan lontar yang berisi tentang ajian Tatapan Rajawali Menembus Awan.”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai lintang kemukus primbon jawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status