Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cacian Keluarga SuamiKu

Cacian Keluarga SuamiKu

“Kamu baik-baik saja?” Arthayasa hanya mengangguk, berusaha meyakinkan istrinya. “Aku baik-baik saja, sayang. Jangan khawatir.” Begitu sampai, pemandangan ladang bunga membuat mereka tertegun. Hamparan edelweiss putih keperakan menyelimuti lereng bukit, berkilau diterpa sinar matahari. Angin membuat bunga-bunga itu bergoyang pelan, seakan sedang menyambut mereka.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
My Wife is My Suspect

My Wife is My Suspect

Aku pikir rindu ini sudah selesai Aku pikir aku tidak akan lagi merindukannya Aku pikir semuanya sudah berlalu Siapa sangka aku akan kembali merindukannya Raganya sudah pergi Hanya saja kenangannya menetap Ternyata rindu ini tak kunjung usai Aku tidak tahu bagaimana cara menjalani hari-hari tanpanya Selesai menenangkan diri, Dylan meletakkan kertas tersebut di balik batu dengan setngkai bunga edelweiss. Orang sering menyebutnya dengan Everlasting Flower (bunga keabadian) karena bunga ini tak pernah mati. Edelweiss memiliki makna keberanian dan kesetiaan seperti kisah cinta Atlanta dan Dylan.
9.232.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

Penonton heboh, riuh, Elsa menitikkan air mata tak menduga Rey akan jujur di depan banyak mata. "Siapa gadis yang beruntung itu, Dokter Rey?" "Inisialnya, EW." Uh, so sweet banget emang si Rey, terlove-love ini. Begini rasanya jatuh cinta, tak lupa lagu kesukaan pun Elsa putar. Engkaulah jiwaku Engkaulah mimpiku Kaulah separuh dari hidupku Hanyalah dirimu Yang membuat segala indah Kusayang dirimu
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Suara Arsen terdengar dari belakangnya, santai tapi serius. Aira menoleh, alisnya terangkat. “Kenapa? Cantik, loh.” Arsen melangkah mendekat sampai berdiri di sampingnya, bahu mereka hampir bersentuhan. Tangannya masuk ke saku jaket, menahan dingin yang masih menusuk. “Itu edelweis. Hidupnya nggak gampang. Tanahnya keras, anginnya kencang, suhunya dingin.”
10651 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
Devil (Indonesia)

Devil (Indonesia)

Sementara iblis itu berjalan mendekatkali ini ia tidak melayang. Kuedarkan pandangan ke sekeliling. Ladang lavender yang cantik sejauh mata memandang, dengan aroma harum khasnya. Lavender adalah bunga kesukaanku. Iblis itu kemudian berhenti, menyisakan jarak beberapa langkah di depanku. Saat mataku kembali ke wajah tampannya, bibir iblis itu mengulas senyum yang kupikir sangat menawan dan mampu meluluhkan hati setiap wanita yang melihatnya, terkecuali aku.
1038.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
Silakan Nikahi Saja Ibumu, Mas!

Silakan Nikahi Saja Ibumu, Mas!

Arif mengingat betul, bunga itu pemberian Arif ketika mereka baru saja menikah, Arif meminta Yana berjanji untuk selalu mendampingi Arif dan memberikan kebahagiaan pada Arif, seperti bunga Edelweis, yang kekal dan abadi, selalu memberikan keharuman dan keindahan. Arif tak sengaja melihat halaman yang bertaburan bunga Edelweis tersebut, dan Arif tercengang ketika membaca lembar demi lembar isi buku kecil tersebut.
9.973.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
Tergoda Suami Sewaan

Tergoda Suami Sewaan

Calvin dan Edelweiss yang menjadi tim pertama, bergerak lincah mengelilingi kedua penyanyi. Selanjutnya, pasangan Mark dan Irshava, serta Drew dan Cyra, yang berputar-putar di dekat Kenzo dan Nandira. Setelah tiga lagu usai dinyanyikan, Nandira merunduk untuk memberi hormat pada penonton. Kemudian dia berbalik dan jalan ke belakang panggung.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

Sang Dewa Turun untuk Mencintaiku

"Aku akan nikmati sisa waktuku bersamamu. Aku yakin bisa bahagia bersamamu." Bima menarik napas dalam, seolah menghirup udara bumi untuk terakhir kalinya sebagai seorang Dewa. Dia menarik Maisa ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan sangat erat, menenggelamkan wajahnya di rambut panjang Maisa yang harum bunga hutan. "Persetan dengan peringatan mereka," bisik Bima, sebuah kalimat yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang Batara, namun terdengar sangat indah bagi Maisa.
473 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
Istri Terbuang Jadi Dokter Kesayangan Jenderal Perang

Istri Terbuang Jadi Dokter Kesayangan Jenderal Perang

Cincin edelweis itu bersinar dengan terang warna keemasan. "Tubuhku tak bisa kembali jika kekasihmu itu mati," ujar Draven. Alara tertegun.Dia makin tidak mengerti arah pikiran Draven."Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?" "Kupinjamkan kekuatanku. Selamatkan kekasihmu itu," ujar Draven. Sinar keemasan yang menyilaukan mata terus muncul dari cincin edelweis itu. Sinar itu amat terang sehingga Alara seolah tak bisa membuka matanya. Dia memilih menutup rapat-rapat kedua bola matanya.
10947 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai lirik edelweiss
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status