Ketika Kami Mudik
gumam Hana pelan lalu masuk kala pintu sudah terbuka yang ternyata tidak dikunci oleh orang tua Panji.
Waktu berjalan begitu cepat, kini tinggal besok hari raya idul fitri. Begitu banyak hinaan yang diterima saat berada di sini, lebih tepatnya celaan dari sang Bibi. Jam sudah menunjuk angka sebelas siang, mereka tengah sibuk menyiapkan makanan untuk diantar ke beberapa orang. Memang disini tradisi itu masih ada, Mawar merengek ingin membeli kiner joy untuk buka puasa gadis itu.
"Ya sudah, ayo kita pergi," ucap Hana menggandeng lengan anaknya lalu berpamitan pada Ibu mertua yang tengah memasak.
Hot Chapters