ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa
ucapnya seraya melirik ke arahku.
“Iya, aku Arka,” kataku menatapnya, ada yang aneh lagi dengan hatiku.
“Ih, jangan ngambil kalimatku dong.”
“Oh, itu kalimatnya udah berhak cipta?”
“Iya, jadi jangan diambil.”
“O. Hahaha.”
“Ih, nyebelin nggak jadi, deh.”
Kami menatap langit yang tetap cerah meski sudah hampir sore hari. Sesekali aku memandang lagi wajahnya, dia melekkukkan bibir tersenyum merdu.
الفصول الرائجة